suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dapat Perintah Basuki Napi Lapas Banyuwangi Ambil Sabu 200 Gram Dijual di Surabaya, Terdakwa Didik Heru Purnomo Dituntut 7 Tahun Bui, Denda Rp1 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Didik Heru Purnomo menjalani sidang agenda tuntutan dari JPU, di ruang Garuda 1, PN Surabaya, secara vidio call Senin, (27/11/2023)
Foto : Terdakwa Didik Heru Purnomo menjalani sidang agenda tuntutan dari JPU, di ruang Garuda 1, PN Surabaya, secara vidio call Senin, (27/11/2023)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, dengan cara mengambil sabu di Denpasar Bali, di dapat dari Basuki (Napi Lapas Banyuwangi) sebanyak 200 gram, yang dipecahkan menjadi perbungkus 50 gram. Diranjau di Jalan Indragiri dan Jalan Jambi, Surabaya, denganterdakwa Didik Heru Purnomo, bin Sunaryo, bersama dengan Gatot Prasetyo bin Noeratim (berkas penuntutan terpisah), di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara vidio call, Senin, (27/11/2023).

Dalam agenda tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho, dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan terdakwa Didik Heru Purnomo bin Sunaryo, telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Narkotika "Sebagaimana diatur dalam dakwaan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika".

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Didik Heru Purnomo bin Sunaryo, dengan pidana penjara selama 7 tahun di kurangi penangkapan terhadap terdakwa dan selama terdakwa berada dalam tahanan, denda Rp 1 Miliar, subsider 6 bulan penjara.

Menyatakan barang bukti, 6 poket sabui berat masing-masing 1,14 gram, 0,44 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, 0,32 gram, 0,26 gram. 1 buah jaket warna putih. 4 pak plastik klip kosong. 1 buah timbangan elektrik. 1 ATM BCA. 1 buah sekrop sedotan plastic. 2 lembar kertas slip setoran dan slip bukti transfer. 1 Hp merk Samsung. 1 buah timbangan elektrik. 3 buah pipet kaca dan 2 buah sedotan plastic. Dirampas untuk dimusnahkan.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin pekan depan, dengan agenda pembelaan tertulis dari penasehat hukum terdakwa.

Diketahui, pada hari Selasa, 08 Agustus 2023, pukul 09:00 wib, saksi Dika Hardiansyah dan saksi Moch. Choirul Arifin, anggota kepolisian, mendapat informasi di Jalan Cipunegara No 40, Wonokromo Surabaya, seseorang melakukan jual beli sabu. Selanjutnya para saksi mengamankan terdakwa Didik Heru Purnomo bersama dengan Gatot Prasetyo.

Dilakukan penggeledahan di kamar kost terdakwa Didik dan Gatot Ptasetyo, Jalan Randu Asri RT 10 RW 03, Pagerwojo, Buduran Sidoarjo, ditemukan, 1 poket sabu berat netto 0,073 gram, 1 buah timbangan elektrik, 3 buah pipet kaca sisa pakai, 2 buah sedotan plastic, 1 buah Hp.

Sabu yang ditemukan petugas kepolisian milik terdakwa Didik Heru Purnomo, di dapat pada hari Jumat, 20 Juli 2023, pukul 24.00 wIb, di terminal Ubung, Jalan Gatot Subroto, Denpasar Bali, dengan cara, Gatot Prasetyo mengajak terdakwa mengambil sabu menggunakan mobil Gatot. 

Selanjutnya hari Jumat, 21 Juli 2023, terdakwa dan Gatot tiba di Bali, bertemu anak buah Basuki (Napi Lapas Banyuwagi), lalu keduanya kembali ke Surabaya.

Pada hari sabtu, 22 Juli 2023, pukul 15.00 wib, terdakwa Didik Heru Purnomo dapat perintah Basuki (Napi Lapas Banyuwangi) untuk meranjau 50 gram sabu dibagi 2 dengan total 100 gram, di Jalan Indragiri Surabaya. 

Hari Minggu, 23 Juli 2023, pukul 15.00 wib, mendapat perintah dari Basuki (Napi Lapas Banyuwangi), meranjau sabu 50, 20, 20 gram di Jalan Jambi, Surabaya. Sisa 10 gram terjual ke saksi Ribowo bin Saipan (berkas penuntutan terpisah) melalui Gatot Prasetyo. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper