suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengedar Sabu 1 Kilogram di PN Surabaya, Terdakwa Dhimas Dijerat Pasal Berlapis, Jaksa Hadirkan Saksi Polisi

avatar suara-publik.com
Foto: (kanan atas), terdakwa Moch. Dhimas Pramudinata di dampingi (kanan bawah), PH, Victor Sinaga, (kiri bawah), JPU Yustus One Simus dan (kiri atas), Ketua Majelis Mangapul, agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di ruang Garuda 1 PN.l Surab
Foto: (kanan atas), terdakwa Moch. Dhimas Pramudinata di dampingi (kanan bawah), PH, Victor Sinaga, (kiri bawah), JPU Yustus One Simus dan (kiri atas), Ketua Majelis Mangapul, agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di ruang Garuda 1 PN.l Surab
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 1.011 (seribu sebelas) gram, yang dibagi menjadi 28 poket, dan telah sebagian diberikan ke pemesannya atas perintah bandar Sabar (DPO). Sebelumnya telah berhasil meranjau sabu 500 gram, dengan upah Rp7 juta, dengan terdakwa Moch. Dhimas Pramudinata alias Timul bin Slamet Poniman, di ruang Garuda 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Mangapul, secara vidio call, Senin, (04/12/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yustus one Simus Parlindungan dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan terdakwa Moch. Dhimas Pramudinata alias Timul bin Slamet Poniman, telah melakukan tindak pidana Nerkotika. "Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I, beratnya melebihi 5 (lima) gram. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika" Atau,

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika".

Jaksa menghadirkan saksi polisi yang menangkap terdakwa, mengatakan kalau menangkap terdakwa Dhimas di kost Jalan Pumpungan Gg III/61, Surabaya, saat digeledah ditemukan 7 poket sabu, 7 bendel plastic klip kosong, 3 sedotan skrop, 2 timbangan elektrik, 1 sendok makan, 1 lembar catatan pengeluaran, 1 handphone merk Vivo warna hitam dan 1 handphone merk Oppo Reno 6 warna h CVitam.

Terhadap keterangan saksi polisi, terdakwa Dhimas membenarkannya, "Benar yang mulia, Saya meranjau, atas perintah sabar, diberi upah oleh Sabar, Saya sangat menyesal yang mulia," katanya.

Diketahui, Rabu, 30 Agustus 2023, pukul 09.00 wib, terdakwa Moch. Dhimas Pramudinata mendapat pesan chatting WA dari Sabar (DPO), "Apakah sudah siap kerja lagi (menjadi perantara jual beli sabu)“ lalu membalas “Kulo (saya) Siap."

Terdakwa dihubungi orang suruhan Sabar (DPO), berangkat menuju lokasi pengambilan ranjau sabu di Jalan arah Masjid Agung Surabaya di Semak-semak,Terdakwa mengambil sabu dikemas dalam pampers, dibungkus kresek warna hitam, kemudian dibawa pulang ke kost.

Saat ditimbang, di ketahui beratnya 1.011 gram. Sabar mengirim daftar ukuran pembagian, dibagi menjadi 28 poket. Masing-masing poket beratnya bervariasi, diantaranya, 1 poket 400 gram, 100 gram sebanyak 2 poket, 50 gram sebanyak 2 poket, 30 gram sebanyak 1 poket, 25 gram sebanyak 1 poket, 15 gram sebanyak 4 poket, 10 gram sebanyak 3 poket, 5 gram sebanyak 1 poket, 4 gram sebanyak 1 poket, 2 gram sebanyak 3 poket, 1 gram sebanyak 7 poket, ½ gram sebanyak 2 poket.

Selanjutnya, ke 28 poket sabu tersebut, oleh terdakwa sudah di kirimkan ke pembeli secara ranjau (berbeda tempat).1 poket berat 100 gram di samping markas Brimob Nginden Surabaya, 1 poket berat 100 gram di lingkar bawah Merr Surabaya, 1 poket berat 50 gram di taman bunga Merr, Jl. Ir Soekarno Surabaya, 1 poket berat 40 gram di depan dealer Ahass Nginden Surabaya.

Setelah menaruh barang haram tersebut, kemudian terdakwa memfoto sabu dan tempatnya. Terdakwa mengirimkan foto tersebut kepada Sabar (DPO). Terdakwa dijanjikan mendapat upah. Sebelumnya terdakwa berhasil meranjau 500 Gram sabu mendapat upah sebesar Rp7 juta lewat transfer.

Saksi Agus Suprianto dan Oky Ari Saputra berhasil menangkap terdakwa di kost, Jalan Pumpungan Gg III/61, Surabaya. Kemudian dilakukan penggeledahan di temukan 7 poket sabu, 7 bendel plastic klip kosong, 3 sedotan skrop, 2 timbangan elektrik, 1 sendok makan, 1 lembar catatan pengeluaran, 1 handphone merk Vivo warna hitam dan 1 handphone merk Oppo Reno 6 warna hitam. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper