suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pengedar Ineks, Terdakwa Syaiful Anam Dituntut 6 Tahun Bui dan Denda Rp800 Juta

avatar suara-publik.com
Foto: (kiri) terdakwa Syaiful Anam , di dampingi (tengah) Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, (kanan) Ketua Majelis Hakim Sudar agenda sidang tuntutan JPU, di ruang garuda 1 PN Surabaya, Selasa, (05/12/2023)
Foto: (kiri) terdakwa Syaiful Anam , di dampingi (tengah) Penasehat Hukumnya Victor Sinaga, (kanan) Ketua Majelis Hakim Sudar agenda sidang tuntutan JPU, di ruang garuda 1 PN Surabaya, Selasa, (05/12/2023)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis pil Ekstacy (ineks), cara membeli di Mat (DPO) di Jalan Kunti, pesanan untuk David (DPO), mencari keuntungan dari dua butirnya, dengan terdakwa Syaiful Anam alias Ipul bin (alm) H. Hasan, di ruang garuda 1 PN. Surabaya, di pimpin Hakim, Sudar, secara online, Selasa, (05/12/2023).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Neldy Denny, yang dibacakan oleh Jaksa Siska Christina, dari Kejari Surabaya, menyatakan terdakwa Syaiful Anam alias Ipul bin H. Hasan, melakukan tindak pidana. "Sebagaimana di atur dan di ancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Syaiful Anam alias Ipul bin H.Hasan, dengar pidana penjara selama 6 tahun, dikurangi selama mereka terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap berada didalam tahanan. Menjatuhkan pidana denda Rp800 juta, Subsidair 2 Bulan penjara.

Menetapkan barang bukti, 1 plastik klip berisi 2 butir ineks warna merah muda dengai berat 0,63 gram, 1 buah HP Oppo. Dirampas untuk dimusnahkan. 1 unit sepeda motor Honda Vario No. Pol L-6760 KK. Dirampas untuk Negara.

Terhadap tuntutan JPU, terdakwa Syaiful Anam di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga, akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada Selasa pekan depan.

Sebelumnya JPU menghadirkan dua orang saksi Polisi yang menangkap, yakni saksi Bambang dan saksi Made, Bambang mengatakan menangkap terdakwa di Jalan Ngaglik Gang 2, di depan rumah Nomor 6A. "Sebelumnya Kami mendapat informasi dari masyarakat, lalu Kami lakukan penyelidikan, kemudian menangkap terdakwa. Saat di geledah di temukan 2 butir pil ekstacy, yang diakuinya membeli dari Mat di Jalan Kunti, seharga Rp700 ribu (2 butir), akan diberikan ke temannya," terang saksi.

Diperiksa sebagai terdakwa, Syaiful mengaku memberikan pesanan temannya David, " setelah saya beli 2 butir ekstacy itu, saya taruh di pot bunga, sebelum dikasih, keburu ditangkap, saya sudah tiga kali membeli, hanya cukup diberi bensin dan ikut memakai pil itu," pungkasnya.

Diketahui, pada Selasa 29 Agustus 2023 jam 19.00 wib, bertempat di depan rumah jalan Ngaglik Gg.II No.6A Surabaya, terdakwa Syaiful Anam mendapat pesanan 2 butir ineks dari David (DPO) dan disepakati permintaan David. Selanjutnya terdakwa menghubungi Mat (DPO), untuk membeli 2 butir ineks dengan berat 0,63 gram harga Rp700 ribu.

Terdakwa membeli 2 butir ineks di jalan Kunti kepada Mat (DPO), selanjutnya mengantarkan 2 butir ineks ke David, dengan cara meranjau di pot tanaman depan rumah David.

Selanjutnya, petugas BNN Kota Surabaya, sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat, melakukan penangkapan terhadap terdakwa, dilakukan penggeledahan ditemukan di pot tanaman 1 klip berisi 2 butir ineks,diakui terdakwa yang di pesan David (DPO), untuk mencari keuntungan. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper