suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bos PT BRK Palsukan Dokumen Rotan Jadi Stik Bamboo Decoration 5000 Pcs Untuk di Ekspor, Terdakwa I Wayan Sukrayasa Disidang, Jaksa Hadirkan 8 Saksi

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa I Wayan Sukrayasa (54) Direktur PT Bali Rekamandiri Kargo menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online dan 8 orang saksi di persidangan, Rabu, (6/12/2023)
Foto: Terdakwa I Wayan Sukrayasa (54) Direktur PT Bali Rekamandiri Kargo menjalani sidang di ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online dan 8 orang saksi di persidangan, Rabu, (6/12/2023)
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana pasal pengiriman barang untuk di ekspor ke negara Argentina dengan memalsukan dokumen definisi barang. Ketidaksesuaian identitas barang dalam dokumen PEB, tertera Bamboo Stick Dekoration, namun faktanya batang kayu rotan yang ujungnya terpasang menyerupai pemukul dari kayu. 

Setelah dilakukan pemeriksaan pada Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Perak an. eksportir CV Bali Sinar Wicaksana (BSW), muatan cointainer di TPS PT Terminal Petikemas Surabaya, dengan terdakwa I Wayan Sukrayasa (54), menjabat Direktur PT Bali Rekamandiri Kargo (BRK) di ruang Garuda 1 PN Surabaya yang di pimpin Ketua Majelis Hakim, Suswanti, Rabu, (06/12/2023).

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Putu Eka Wisniati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, terdakwa I Wayan Sukrayasa (54), melakukan tindak pidana. 

"Menyerahkan pemberitahuan pabean dan/atau dokumen pelengkap pabean yang palsu atau dipalsukan” "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 103 huruf a UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006." Atau,

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 104 huruf c UU No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006."

Selanjutnya, JPU menghadirkan 8 orang saksi, diantaranya 3 saksi Juni Tri Prasetyadi, Isnan Agus Kurniawan dan Teguh Pambudhi dari Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Perak. Saksi Wayan Sudiadnyana pemilik CV BSW, Made Yuji, Gede Hery karyawan PT BRK di Surabaya. I Nyoman Karyawan.

Saksi Wayan mengatakan "Saya pemilik CV Bali Sinar Wicaksana, terdakwa meminjam nama CV saya, saya tahunya dari staf saya Ayu, saya cuma undername saja, barang di packing saya tidak tahu, semua dilakukan mereka sendiri, saya tahu ada permasalahan, selaku pemilik saya sangat dirugikan," terang Wayan.

Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Perak, menyatakan, "Dari Bali dokumen di sampaikan CV Bali Sinar Wicaksana, dalam PEB Nomor 132563, barang yang akan di ekspor Bamboo Dekorasi, jumlahnya 5000 pcs, Kami lakukan penindakan dan penghentian, yang kita temukan produk nabati yang tidak boleh di ekspor, kasat mata sejenis kayu rotan, ada ketidaksesuaikan. kami BAP, kami laporkan ke atasan kami," jelas ketiga saksi.

Saksi Gede Hery, mengatakan, "Pada 1 September 2023 ada invois dari stafnya Bu Made Yuji, invoisnya tertera Stik Bamboo Decoration, tahu masalahnya, setelah kapal yang angkut kontainer, ternyata barangnya ditinggal, ternyata barang rotan, bukan stik bamboo," ungkapnya.

Saksi Made Yuji mengatakan, "Tanggal 1 September, Saya disuruh Pak Wayan, taunya barang bukan bambu tapi jenis kayu rotan, sebelumnya saya sudah melihat seperti bambu, di suruh Pak Wayan menulis bambu, banyaknya invois 5000 pcs," pungkasnya.

Diketahui, pada 06 September 2023, saksi Juni Tri Prasetyadi, Isnan Agus Kurniawan dan Teguh Pambudhi selaku Pemeriksa pada Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Perak melakukan pemeriksaan fisik barang ekspor pada PEB Nomor 132563, 01 September 2023 an. eksportir CV. Bali Sinar Wicaksana, dimuat cointainer di TPS PT. Terminal Petikemas Surabaya.

Pemeriksaan fisik di temukan ketidaksesuaian identitas barang, dokumen PEB tertera Bamboo Stick Decoration, faktanya batang kayu rotan yang ujungnya terpasang pemukul dari kayu.

Selanjutnya Pemeriksa Seksi Penindakan dan Penyidikan Tanjung Perak melakukan konfirmasi kepada CV BSW, saksi Wayan Sudiadnyana, atas ketidaksesuaian barang dalam dokumen PEB nomor 132563, setelah di konfirmasi ternyata CV BSW merupakan perusahaan yang di pinjam oleh terdakwa I Wayan Sukrayasa, melakukan ekspor batang rotan, dalam surat perjanjian 02 Juli 2023, ditandatangani oleh terdakwa dan saksi Wayan Sudiadnyana.

Setelah Pemeriksaan pada Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Perak mengetahui pemilik barang dokumen PEB nomor 132563, selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa yang diakui barang akan diekspor berdasarkan dokumen adalah batang kayu rotan. 

Pada mulanya bulan April 2023, terdakwa bertemu Jorge di kantor terdakwa, Jalan Muding Sari No 96 X, Krobokan Kaja, Kutai Utara, Kabupaten Badung. Dalam pertemuan Jorge menyampaikan akan mengirim barang berupa Rotan ke Argentina, namun karena barang rotan tidak dapat diekspor, terdakwa menyarankan untuk ditambahkan aksesoris agar terlihat seperti barang jadi sehingga dapat dilakukan ekspor.

Jorge setuju, memberi No.Hp Sulfan ke terdakwa untuk membeli rotan mentah sebanyak 5000 pcs ke saksi Sulfan di Morowali Sulawesi Tengah sebesar Rp125.000.000. 

Sulfan mengirim Rotan mentah ke gudang PT BRK milik terdakwa untuk di lakukan proses finishing penambahan aksesoris agar menyerupai Polo Stick bukan rotan mentah, sehingga dapat di ekspor.

Pada 30 Agustus 2023, terdakwa mengirim Polo Stick menuju gudang PT Sariadi Wahanajasa di Surabaya melalui PT Bareka Transportama Exspress. Terdakwa memerintahkan saksi Made Yuji, karyawan PT BRK untuk membuat dokumen invoice and packing yang memuat keterangan material: Bamboo, HS CODE: 4602.11.90, Description of Goods: Stick Decoration untuk diserahkan ke PT Singaraja Samudera Lestari selaku PPJK guna Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui saksi Gede Hery selaku karyawan PT BRK di Surabaya.

Selanjutnya, PT Singaraja Samudera Lestari selaku PPJK membuat draft PEB sesuai dokumen invoice and packing list yang diterima dari terdakwa.

Hasil Pengujian dan Identifikasi barang nomor SHPIB-3324/BLBC.3/ 2023 terhadap identitas barang berdasarkan dokumen PEB nomor 132563 tanggal 01 September 2023 dengan menggunakan FTIR menunjukkan bahwa contoh uji memiliki kandungan selulosa (bagian batang dan silinder) Uji lapis pada contoh uji menunjukkan hasil tidak dilapisi.

Dari pengamatan mikroskop (bidang melintang) bagian batang menunjukkan contoh uji menyerupai rotan dan pada bagian silinder terdapat pembuluh menyerupai kayu non konfier. Contoh uji memiliki Panjang batang 269,0 cm. contoh uji memiliki diameter pada bagian batang atas 16,00 mm, bagian batang Tengah 20,00 mm, bagian batang bawah 32,00 mm. contoh uji tidak larut dalam air dan klorofm. Jenis sediaan contoh uji merupakan produk nabati. 

Dengan kesimpulan, barang PEB No. 132563 merupakan produk nabati terdiri dari batang rotan dan kayu non konfier, tidak sesuai dengan dokumen PEB 132563 yaitu Bamboo stick decoration, Batang Rotan merupakan produk nabati tidak boleh untuk diekspor berdasarkan Permen Perdagangan No. 22 Tahun 2023 tentang Barang Dilarang untuk Diekspor yang diklasifikasikan dalam HS Code 2402.30.20. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper