suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

MODUS INVESTASI PROYEK BANDARA KEDIRI ABAL-ABAL, KORBAN DI KEMPLANG Rp510 JUTA, 3 TERDAKWA ODHA SEPTA, KUNTO DAN HANDOKO DIADILI

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Odha Septa Viana, (36) bersama Pidy Handoko dan Kunto Arif Wibowo (keduanya dalam berkas penuntutan terpisah) menjalani sidang agenda saksi, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara online dan saksi korban Lianto Sugeng SE, saksi M Agus Dasa
Foto: Terdakwa Odha Septa Viana, (36) bersama Pidy Handoko dan Kunto Arif Wibowo (keduanya dalam berkas penuntutan terpisah) menjalani sidang agenda saksi, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara online dan saksi korban Lianto Sugeng SE, saksi M Agus Dasa
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Penipuan dan Penggelapan, modus Investasi pemodalan bermacam- macam, dari rent car, proyek bandara, alat rumah tangga, proyek jalan, awal dikenalkannya melalui medsos FB, sehingga korbannya Lianto Sugeng, Agus Dasa Triono dan Aditya Ryan Firmansyah, tertipu dengan modus pemodalan sampai Rp510 juta, dengan para Terdakwa Odha Septa Viana binti Suharnowo (36), warga Tenggilis Lama IV-C/7 Surabaya atau Wonorejo Selatan 3A/122, Rungkut, Surabaya. Pendidikan Sarjana Perikanan, bersama dengan Pidy Handoko dan Kunto Arif Wibowo (keduanya dalam berkas penuntutan terpisah), di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara online.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nunung Nurnaini dan Djoni Samsuri, menyatakan bahwa Terdakwa Odha Septa Viana Binti Suharnowo (36), bersama dengan Pidy Handoko dan Kunto Arif Wibowo (keduanya dalam berkas penuntutan terpisah), melakukan tindak pidana, "Melakukan, turut melakukan, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan bohong, membujuk memberikan sesuatu barang, membuat utang, menghapuskan piutang." 

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP." Atau, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP".

Selanjutnya, JPU menghadirkan 3 orang saksi di persidangan, yakni Saksi korban Lianto Sugeng SE, saksi M. Agus Dasa Triono dan Aditya Ryan Firmansyah. Saksi Lianto Sugeng mengatakan " setelah Saya melihat di FB kerja sama investasi di UD. Sinta Rent Car, lalu saya menemui terdakwa, dan mengatakan banyak bentuk usahanya, proyek perumahan, proyek Bandara di Kediri, katanya dengan keuntungan 2,5% dan saya dibuatkan surat penyertaan modal," terang Lianto, Kamis (07/12).

"Waktu saya sama Odha, Kunto datang yang ngomong Pidy Handoko, kalau mau ikut saya kirim surat- surat SPK yang mengaku mendapat tender proyek bandara, perataan jalan, yang mengajak ya mereka bertiga itu, Kunto dan Pidy Handoko suaminya odha, uang yang masuk 510 juta, tidak kembali sampai sekarang, katanya nunggu rumahnya laku, rumahnya sudah disita sama bank," tambah Lianto.

Saksi M. Agus Dasa Triono dan Saksi Aditya Ryan Firmansyah mengatakan, kalau sama- sama investasi diajak oleh Lianto, investasinya 510 juta, beberapa aja dapat bunga,selanjutnya gak ada kabar berita lagi. "Untuk modal proyek yang Rp260 juta saya gak dapat sama sekali," kata Aditya.

"Saya modal Rp100 juta tidak dapat bunga sama sekali, katanya dapat setelah proyek selesai, sampai sekarang gak ada kabarnya, modal pak lianto Rp410 juta, Rp100 juta uang saya," kata saksi Agus. Sidang selanjutnya Terdakwa Odha Septa, akan di hadirkan di persidangan secara offline.

Diketahui, antara bulan September tahun 2019 sampai bulan Juni tahun 2021, awalnya Lianto Sugeng, SE mengetahui iklan penawaran kerja sama investasi di UD. Sinta Rent Car melalui akun sosmed “Facebook” an. Akun Sinta Rent Car, lalu Lianto mendatangi terdakwa untuk menanyakan iklan tersebut, terdakwa mengatakan memiliki banyak usaha al. mobil rent car, proyek bandara, pengerjaan rumah tinggal dan usaha alat-alat rumah tangga.

Terdakwa menawarkan ke Lianto investasi/memberikan modal dengan bagi keuntungan setiap bulannya sebesar 2,5%-5%. Setiap modal yang diberikan dan modal akan dikembalikan dalam waktu 6 bulan - 1 tahun, untuk menyakinkan Lianto dibuatkan “Surat Penyertaan Modal” disaksikan Kunto Arif Wibowo dan Pidy Handoko (dalam berkas penuntutan terpisah).

Untuk lebih menyakinkan Lianto, Kunto Arif Wibowo mengaku memilki kuasa dari CV Ditya Contruction, usaha proyek pembangunan bandara di Kediri dan pekerjaan rumah tempat tinggal di daerah Tambak Oso dan daerah Tarik Kabupaten Sidoarjo. 

Pidy Handoko mengajak kunjungan lokasi, agenda pertemuan dengan terdakwa Odha Septa, memberi kabar melalui pesan WhatsApp. “Kalau usaha sama Odha aman dan Odha orang baik."

Saksi Lianto Sugeng, SE mau memberikan modal Rp510.000.000, ditransfer ke rekening BCA an. Odha Septa Viana. Setelah modal diberikan kepada terdakwa, apa yang dijanjikan keuntungan tidak pernah ada, modal yang diberikan tidak dikembalikan, sehingga Liati Sugeng SE, mengalami kerugian Rp510 juta. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper