suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Komisaris dan Direktur PT BSS Sekongkol Tipu PT Betjik Djojo Surabaya Rp12 Miliar, Terdakwa Rois Paundra dan Hariyadi Dihukum 2 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Komisaris dan Direktur PT BSS, Rois Paundra, (47) dan Hariyadi, (48) di hukum 2 tahun di Ruang Tirta 1 PN Surabaya
Foto: Terdakwa Komisaris dan Direktur PT BSS, Rois Paundra, (47) dan Hariyadi, (48) di hukum 2 tahun di Ruang Tirta 1 PN Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Penipuan dan Penggelapan yang dilakukan oleh Komisaris dan Direktur PT Barokah Sejahtera Sentosa (BSS), Rois Paundra, (47) dan Hariyadi, (48) melakukan pembelian methanol mengatas namakan PT Barokah Sejahtera Sentosa, barang telah dikirim ke gudang PT Barokah Sejahtera Sentosa, namun pembayaran masih nyantol senilai Rp12 Miliar, kepada PT Betjik Djojo (BDS) Surabaya di Ruang Tirta 2 PN Surabaya.  

Sidang agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, A A Gede Agung Pranata, mengadili, menyatakan Terdakwa Rois Paundra dan Hariyadi telah terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Penipuan secara bersama-sama. "Sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," dalam dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Rois Paundra dan Hariyadi dengan pidana penjara masing-masing selama 2 (dua) tahun, Kamis,(07/12).

Menetapkan barang bukti, 1-6, Dikembalikan kepada PT Betjik DJojo. Barang bukti 7, 8, 9, 10, 11 dan 12, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Putusan hakim lebih ringan setahun, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lujeng Andayani dan Rakhmawati Utami dari Kejati Jatim, dengan pidana masing-masing dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan saksi Ali Didi Manager Keuangan di PT Betjik Djojo dan Lapan Raya, Debora Sisilia bagian Keuangan dan Erik Windarto bagian Marketing. Semua merupakan karyawan PT Betjik Djojo dan Lapan Raya.

Diketahui, Terdakwa Rois Paundra berdomisili di Semarang menghubungi PT Betjik Djojo Surabaya, perusahaan Distributor Methanol (bahan baku tiner dan cat), Parafinik (bahan baku Oli) dan LPG melalui telpon, menyampaikan maksud menjadi customer pembelian Methanol.

Selanjutnya Terdakwa Rois berkomunikasi dengan saksi Erik Windarto (marketing) via WhatsApp. “Akan memesan/membeli bahan kimia methanol, pembayaran tempo 90 hari,barang dikirim ke gudang Jalan Bendogantungan, Nglingi Nggrundul Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah, an. Kimia Sejahtera.

Terdakwa Rois mengirimkan KTP an.Jenny Olivia Rawis (istri Terdakwa Rois). Rois menyakinkan Erik jika perusahaannya sudah berjalan bahkan supplaier dari perusahaan lain telah mengirimkan barangnya kepada Terdakwa Rois.

Awalnya saksi Erik Windarto memberikan harga tinggi, tidak mengetahui Terdakwa Rois, namun, Terdakwa Rois berusaha menghubungi saksi Erik Windarto dan menyampaikan bahwa Terdakwa Rois juga sebagai pelanggan dari perusahaan lain, akan tetapi perusahaan tersebut perusahaan kecil. 

Karena sering dihubungi, diberikan berbagai macam alasan akhirnya, Saksi Erik Windarto mulai tergerak untuk memberikan harga sedikit turun sehingga, Terdakwa Rois membeli bahan kimia Methanol tersebut dengan jumlah pembelian kecil an. Jenny Olivia Rawis, pada tanggal jatuh tempo pembayaran pembelian Methanol tersebut dilunasi dengan di transfer dari rekening an. Jenny Olivia Rawis ke rekening BCA an. PT Betjik Djojo.

Beberapa bulan melakukan pembelian jumlah kecil, Terdakwa Rois menginformasikan Saksi Erik agar dilakukan pengalihan pesanan maupun penagihan, diganti atas nama PT Barokah Sejahtera Sentosa (BSS).

Kemudian, pada periode 20 Juli 2021-15 Januari 2022, Terdakwa Rois melakukan pembelian methanol mengatasnamakan PT Barokah Sejahtera Sentosa sebesar 762.023 liter secara bertahap senilai Rp5.207.991.200. Barang methanol telah dikirim ke gudang PT BSS Klaten, penerima barang seluruhnya adalah Terdakwa Hariyadi, sesuai dengan 44 lembar Surat Delivery Order (DO).

Pembelian methanol, PT BSS hanya melakukan pembayaran sebagian 223.910 liter senilai Rp1.335.433.000, (21 bukti bayar) sedangkan sisanya 538.113 liter methanol senilai Rp3.872.558.200 tidak dibayar oleh para terdakwa.

Beberapa bulan kemudian pada saat jatuh tempo pembayaran, Terdakwa Hariyadi dan Rois saling lempar tanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

Akibat perbuatan para terdakwa tersebut PT Betjik Djojo mengalami kerugian Rp3.872.558.200. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper