suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terdakwa Penggelapan Dana PT KB FMF Kredit Plus Rp407 Juta, Fathul Alim Dihukum 20 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Fathul Alim, SE menjalani sidang agenda putusan hakim, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara vidio call
Foto: Terdakwa Fathul Alim, SE menjalani sidang agenda putusan hakim, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana perbuatan Penggelapan dalam jabatan uang perusahaan PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus) Ruko Grand Sungkono Blok B-2/C-2, Surabaya, uang pemotongan biaya urus pajak, pada pencairan dana pinjaman dengan jaminan mobil maupun sepeda motor, hingga Kridit US mengalami kerugian Rp407 juta, dengan Terdakwa Fathul Alim, SE bin Haji Suparto, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan majelis hakim Erintua Damanik, MENGADILI, Menyatakan,Terdakwa Fathul Alim, SE terbukti bersalah melakukan tindak pidana "penggelapan" Sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP". dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Fathul Alim, SE, selama 1 Tahun dan 8 bulan, dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti, 187 dokumen STNK milik nasabah PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus), Daftar rekapan nama masabah PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus) dikembalikan kepada PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus), Ruko Grand Sungkono Blok B-2/C-2 – Surabaya, melalui Riris Melia Sihombing, S.E.I.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid, dari Kejari Surabaya, menuntut dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Diketahui, awalnya sejak tahun 2011 terdakwa bekerja sebagai karyawan di PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus) di Ruko Grand Sungkono Blok B-2/C-2 – Surabaya bergerak dibidang pembiayaan keuangan.Kemudian sejak 1 Juli 2020 terdakwa menjabat sebagai Admin Head, tugas melakukan control semua lini pekerjaan operasional yang berhubungan dengan pengerjaan BPKB, STNK dan Finance, terdakwa di gaji Rp6.300.000. 

Sebagai Admin Head, apabila nasabah melakukan pencairan uang pinjaman dari kredit plus dengan jaminan BPKB mobil maupun sepeda motor yang nilai pinjaman telah ditentukan oleh kredit plus, terdakwa melakukan pemotongan biaya proses pengurusan pajak mobil maupun sepeda motor milik nasabah, hingga nilai pinjaman nasabah menjadi berkurang dari nilai pinjaman. Semestinya uang pemotongan biaya pengurusan pajak, harus dipakai pengurusan pajak yang dibantu pihak biro jasa, Namun tanpa seijin PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus) uang tersebut dipakai untuk kepentingan pribadi terdakwa, hingga proses pengurusan pajak mobil dan sepeda motor tidak bisa dilakukan karena uangnya telah terpakai terdakwa.

Jumlah nasabah Kredit Plus yang sudah melakukan pembayaran kepada terdakwa Fathul Alim,SE Bin Haji Suparto, namun uang tidak disetor ke pihak Kredit Plus sebanyak 187 nasabah.Total keseluruhan Rp407.850.000,-Uang tersebut, tanpa seijin dan sepengetahuan PT. KB Finansia Multi Finance (kredit Plus), dipakai keperluan pribadi terdakwa. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper