suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Perantara Sabu dan Ekstacy, Terdakwa M.Arif dan Gilang hanya Diberi Upah Sabu 3 Gram, Jaksa Hadirkan Saksi Polisi dan Pemilik Rental Mobil

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Gilang Hero Muttaqien (25), di dampingi PH Victor Sinaga, dan Terdakwa M.Arif alias Petrik (30), sidang agenda saksi penangkap, pemeriksaan terdakwa, di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara vidio call, Rabu (20/12/2023)
Foto: Terdakwa Gilang Hero Muttaqien (25), di dampingi PH Victor Sinaga, dan Terdakwa M.Arif alias Petrik (30), sidang agenda saksi penangkap, pemeriksaan terdakwa, di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, secara vidio call, Rabu (20/12/2023)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 26,5 gram dan 21 butir pil ekstacy, yang di perjualbelikan milik dari Faizul alias Izul (DPO), dengan para Terdakwa M. Arif alias Petrik bin HM. Idris Safii (30), warga Jalan RW Monginsidi, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo Pasuruan bersama dengan Terdakwa Gilang Hero Muttaqien bin Heru Abu Kisworo (25), warga Dusun Tambakrejo, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Suswanti, di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, Rabu, (20/12/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmawati Utami dari Kejati Jatim, menyatakan Terdakwa M.Arif alias Petrik (30) dan Terdakwa Gilang Hero Muttaqien (25), melakukan tindak pidana Narkotika. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam hal jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram. 

"Sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika".Atau, "Sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika." Selanjutnya Jaksa menghadirkan dua saksi penangkap dari Ditresnarkoba Polda Jatim dan Hendri Manggala pemilik mobil rental. 

Saksi polisi mengatakan, " kami melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa di SPBU Pandaan, Pasuruan, terdakwa mengendarai mobil Agia kuning, saat kita amankan dan kita geledah, ditemukan sabu dalam penguasaan para terdakwa seberat 23,4 gram, dalam pengakuannya sabu dapat dari Baizul (DPO), pil ekstacy juga, sebelum tertangkap ambil pol ekstacy , pil ekstacy sudah ada yang terjual, mendapat upah memakai sabu saja," terang saksi.

Saksi Hendri Manggala pemilik mobil rental, mengatakan, " Gilang menyewa mobil untuk 1 hari , ambilnya pagi baliknya malam, belum membayar," jelas Hendri. 

Terhadap keterangan saksi, Gilang mengatakan kalau dirinya hanya disuruh sewa mobil saja, Arif yang menyimpan dan menjual sabu tersebut, saya hanya ikut saja, saya taunya saat di dalam.mobil kalau mau kirim sabu," elak terdakwa Gilang.

Sidang akan dilanjutkan pada 8 Januari 2024, dengan agenda Tuntutan JPU. Diketahui, Awalnya petugas Ditresnarkoba Polda Jatim mendapat informasi masyarakat adanya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Kab. Pasuruan, dilakukan terdakwa M.Arif alias.Petrik, Hari Selasa 22 Agustus 2023, petugas kembali menerima informasi terdakwa M.Arif sedang mengantar barang narkotika disekitar Dsn.Kuti Ds.Kutorejo Kec.Pandaan Kab.Pasuruan, mengendarai mobil Toyota Agya kuning No.Pol B 2327 SYD. 

Sekira jam 14.00 WIB diketahui terdakwa M.Arif sedang di dalam area SPBU Pertamina 54.671.26 Ds. Kutorejo, Pandaan Kab. Pasuruan.Team Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil menangkap terdakwa M.Arif bersama terdakwa Gilang Hero Muttaqien di SPBU Pertamina 54.671.26 Dsn. Kuti Ds. Kutorejo Pandaan, Pasuruan, saat mengantarkan sabu.

Dilakukan penggeledahan badan/pakaian dan dalam mobil yang dikendarai para terdakwa, ditemukan barang bukti 1 kardus King Donuts, berisi 1bungkus plastik klip Sabu dengan berat 23,44 gram, beserta bungkusnya. 1buah masker, 1 HP Poco warna biru, 1 HP Samsung warna hitam milik terdakwa Arif dipergunakan berkomunikasi mendapatkan barang sabu yang diletakkan depan persneling, serta 1 HP Redmi warna abu-abu, milik terdakwa Gilang, diletakkan depan persneling mobil.

Penggeledahan dalam rumah terdakwa Arif, ditemukan barang bukti 4 bungkus plastik klip berisi Sabu dengan berat seluruh 3,18 gram, beserta bungkusnya, dengan rincian : (berat 0,80, 0,80 gram, 0,76, 0,82) gram, ditemukan dalam 1 plastik klip didalam lipatan baju dalam lemari. 1 tas merk Fashion terdapat 1 plastik klip berisi 21 butir extacy warna merah putih dengan berat total 7,36 gram. 2 pack plastik klip dan 1 sekrop dari sedotan, didepan pintu kamar terdakwa Arif. Total barang bukti sabu yang disita 5 bungkus plastik klip berisi Sabu dengan berat 26,62 gram.

Barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip sabu seberat 23,44 gram, 21 butir ekstacy warna merah putih berat keseluruhan 7,36 gram, milik Faizul alias Izul (DPO). Sedangkan 4 bungkus plastik klip Sabu berat 3,18 gram beserta bungkus, milik terdakwa Arif yang diberikan oleh Faizul (DPO) sebagai upah membantu dalam menerima dan menyerahkan barang sabu dan ekstacy milik Faizul. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper