suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Hindari Operasi Zebra di Jl. Gubernur Suryo, Pengendara Berbau Alkohol Tabrak Polantas dan Wartawan, Terdakwa Rafly Aditya Diadili, Jaksa Hadirkan Saksi Korban

avatar suara-publik.com
Foto: (kiri atas)Terdakwa Rafly Aditya Kurniawan, (19), menjalani sidang agenda saksi korban, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara vidio call dan Saksi Korban Mochammad Rulyansyah Aldi Putra anggota Polantas (kiri) dan Sholihul Hadi, ST, (42) Wartawan (k
Foto: (kiri atas)Terdakwa Rafly Aditya Kurniawan, (19), menjalani sidang agenda saksi korban, di Ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara vidio call dan Saksi Korban Mochammad Rulyansyah Aldi Putra anggota Polantas (kiri) dan Sholihul Hadi, ST, (42) Wartawan (k
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Lakalantas, saat menghindar dari Operasi Polisi di Jalan Gubernur Suryo depan Grahadi Surabaya, pemeriksaan kelengkapan surat- surat kendaraan, karena rasa takut sampai menerobos petugas pemeriksa, hingga menabrak dua korban yakni Polisi Lalulintas dan wartawan yang sedang peliputan kegiatan, dengan Terdakwa Rafly Aditya Kurniawan bin Joni Iswantoro, (19), warga Rusunawa Gunungsari Lt 4 Blok B Kanan Surabaya, Pendidikan SD di ruang Garuda 2 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim Suparno.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki, dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Rafly Aditya Kurniawan bin Joni Iswantoro,(19), melakukan tindak pidana. "Sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara, keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang hingga mengakibatkan luka berat," "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 ayat (4) Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan".Atau ,"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 ayat (3) Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan." Atau, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 ayat (3) Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan."

Selanjutnya, Jaksa menghadirkan saksi Mochammad Rulyansyah Aldi Putra anggota Polantas, saksi Sholihul Hadi,ST (42), profesi Wartawan.

Sholihul mengatakan kalau terjadi kecelakaan hari Minggu, 10 September 2023 sekitar Jam 02:00 wib, dini hari, di Jalan Gubernur Suryo depan Grahadi Surabaya, "Saat itu saya sedang meliput giat operasi zebra oleh pihak Kepolisian, dijalan Gubernur Suryo depan Grahadi, saat saya jalan kaki, sepeda motor dari samping menerobos dan menabrak saya, saya mengalami patah tulang di kaki kiri, saat itu saya sudah tidak sadarkan diri," terang saksi, Kamis (21/12).

"Berapa lama anda dirawat di rumah sakit, apakah ada bantuan dana dari pihak terdakwa," tanya hakim.

"Saya opname dengan operasi sekitar 10 harian, kalau biaya pengobatan tidak dibantu, tapi santunan, awalnya keluarga minta 40 juta, karena saya 3 bulan tidak bisa bekerja, tapi pihak keluarga terdakwa kemampuannya 10 juta, sudah diterima santunannya," jelas Sholihul.

Saksi Moch. Rulyansyah Aldi Putra anggota Polantas, yang juga menjadi korban penabrakan oleh terdakwa mengatakan "Saat itu ada operasi Zebra yang digelar dari jam 23:00.wib - 03:00 wib (dini hari), tiba- tiba dari arah barat kendaraan yang di kendarai terdakwa kecepatan kencang, menabrak saya berakhir menabrak korban Sholihul Hadi, tiba-tiba korban sudah tergeletak.

Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Rafly Aditya membenarkan semuanya, "Saya memang habis minum miras yang mulia, ada operasi saya ketakutan, kecepatan 60-70 km/jam yang mulia," kata terdakwa.

Diketahui, Minggu 10 September 2023, Jam 01:30 Wib, Terdakwa Rafly Aditya Kurniawan mengendarai motor Suzuki W-2607-WR warna biru, janjian dengan Agus di Jalan Petemon IV untuk pesta miras.

Tiba di rumah Agus, sudah ada Ramzi, Rian dan Ari, terdakwa dan Ramzi membeli miras 1 bir hitam, 1 bir putih secara patungan, di Jalan Jarak, lalu kembali ke Petemon IV, kemudian keempatnya pesta miras sampai jam 01.00 wib.

Selanjutnya bersama lainnya terdakwa keluar mengendarai 3 sepeda motor, Ramzi dengan Ari, Bagus dengan Rian, terdakwa sendirian. Saat melintas di Jalan Tunjungan, berhenti membeli rokok eceran dan kopi, saat perjalanan pulang melewati Jalan Gubernur Suryo sedang ada razia, banyak petugas dan jalan-jalan kecil sudah tertutup pembatas jalan (water barier).

Pengemudi sepeda motor diarahkan satu lajur kanan depan patung Gubernur Suryo, semua kendaraan di lakukan pemeriksaan oleh polisi, juga wartawan, ketika terdakwa akan melakukan pemeriksaan, terdakwa tidak berhenti, justru melarikan diri hingga terdakwa dipegang petugas namun tetap melarikan diri, sepeda motor yang di kendarai oleng ke kiri dan ke kanan terjadilah kecelakaan dengan korban saksi Mochammad Rulyansyah Aldi Putra, yang saat itu sedang berdiri sebelah kanan mobil berhenti sedang dilakukan pemeriksaan di lajur kanan menghadap arah timur Jalan Gubernur Suryo depan Grahadi Surabaya. 

Tiba-tiba dari arah barat posisi saksi Mochammad Rulyansyah Aldi Putra berjalan, kendaraan yang di kendarai terdakwa dengan kecepatan kencang, berakhir menabrak tubuh Saksi Rulyansyah Aldi Putra. Terdakwa juga menabrak Saksi Sholihul Hadi yang saat itu meliput kegiatan Operasi Zebra Semeru 2023, gunakan kamera Hp di Jalan Gubernur Suryo (depan Grahadi) Surabaya.

Sepeda motor terdakwa berjalan dengan kecepatan kencang melewati petugas. Tiba-tiba sepeda motor yang di kendarai terdakwa menabrak kaki kiri Saksi Sholihul Hadi, yang hendak mengambil vidio. Atas kejadian tersebut, Saksi Moch. Rulyansyah Aldi Putra mengalami luka bengkak pada kaki kanan dan kiri, luka pada lutut, luka bagian pinggang, di obati petugas medis di tempat kejadian. Sedangkan Saksi Sholihul Hadi mengalami luka kaki kiri, luka pada pinggang, luka lecet tangan di rawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Visum Et Repertum, Korban Sholihul Hadi, ST, Kesimpulan, di temukan luka lecet kaki kiri. Di temukan foto polos lutut (genu) kiri, patah tulang komplit di satu per tiga atas tulang betis kiri, di bagian tulang kering kiri tampak jelas garis patahnya, disertai pembengkakan di sekitarnya. Mengakibatkan halangan menjalankan pekerjaan sementara waktu.

Visum Et Repertum R.S Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, korban Moch. Rulyansyah Aldi Putra, Kesimpulan, di temukan luka memar pada kaki kanan dan lutut kiri akibat kekerasan tumpul. Luka tidak menimbulkan halangan dalam melakukan pekerjaan. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper