suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Pencurian Handphone di Stasiun Pasar Turi, Terdakwa Edi Prayitno Diadili, Jaksa Hadirkan Saksi

avatar suara-publik.com
Foto: Saksi Security Stasiun Pasar Turi Margono Dwi Saputro, di hadirkan JPU, Robiatul Adawiyah, di persidangan di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
Foto: Saksi Security Stasiun Pasar Turi Margono Dwi Saputro, di hadirkan JPU, Robiatul Adawiyah, di persidangan di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana Pencurian handphone merk Oppo milik Saksi Siti Yumaroh yang sedang di cas di ruang tunggu penumpang Stasiun Pasar Turi Surabaya, oleh Terdakwa Edi Prayitno bin Wasidoh, di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robiatul Adawiyah dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan Terdakwa Edi Prayitno bin Wasidoh, telah melakukan tindak pidana. Mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP."

Selanjutnya JPU menghadirkan Saksi Security Stasiun Pasar Turi, Margono Dwi Saputro, sedangkan Saksi Korban Siti Yumaroh belum dapat hadir di persidangan.

Saksi Margono mengatakan, dirinya menangkap Terdakwa Edi Prayitno di Stasiun Kereta Api Pasar Turi. "Saya yang menangkap terdakwa hari Minggu, 15 Oktober 2023, Jam 15.30 wib, di Ruang tunggu Stasiun Pasar Turi, telah mencuri Hp yang mulia, korbannya Ibu Siti Yumaroh, katanya Hp nya sudah dijual terdakwa," terang saksi.

Diketahui, pada hari Minggu, 15 Oktober 2023, Jam 12:00 Wib, Terdakwa Edi Prayitno pergi ke Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang Surabaya, berniat mencari sasaran.

Setelah sampai di lokasi, terdakwa masuk ke dalam stasiun menunggu kereta api datang sekitar Jam 15:30 Wib di area ruang tunggu. Melihat rombongan penumpang datang dan duduk di kursi ruang tunggu, terdakwa berpura-pura sebagai penumpang sambil memperhatikan rak tempat cas handphone.

Terdakwa melihat Saksi Siti Yumaroh sedang mengecas handphone merk Oppo A5S hitam, dan melihat Saksi Siti Yumaroh pergi ke toilet diluar ruang tunggu.

Terdakwa mengambil handphone tersebut, melepas dari kabel cas, memasukkan handphone ke dalam saku celana yang dipakai, lalu terdakwa melarikan diri.

Selanjutnya handphone dijual terdakwa ke seorang laki-laki (DPO) di daerah simpang empat Jalan Dupak-Demak Surabaya dengan harga Rp180 ribu, uang hasil penjualan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tersisa Rp136 ribu. Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Siti Yumaroh mengalami kerugian Rp2.500.000. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper