suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gadaikan Mobil Sewaan Rp30 Juta, Korban Merugi Rp158 Juta, Terdakwa Ardianto Unggul Dituntut 18 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: (kiri atas) Terdakwa Ardianto Unggul Wicaksono (40), mendengarkan tuntutan JPU, Robiatul Adawiyah ( kanan), di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
Foto: (kiri atas) Terdakwa Ardianto Unggul Wicaksono (40), mendengarkan tuntutan JPU, Robiatul Adawiyah ( kanan), di Ruang Tirta 1 PN Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Terdakwa Ardianto Unggul Wicaksono (40), warga Jalan Nginden Kota 2/60-B Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng Surabaya. Dalam persidangan, terdakwa dituntut satu (1) tahun dan enam (6) bulan penjara. 

Hal tersebut dibaca oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robiatul Adawiyah dari Kejari Tanjung Perak Surabaya menyatakan, Terdakwa Ardianto Unggul Wicaksono terbukti bersalah melakukan tindak pidana, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memakai nama palsu, martabat palsu dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang kepadanya atau supaya memberikan utang maupun menghapus piutang"

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP."

"Menjatuhkan pidana tuntutan kepada Terdakwa Ardianto Unggul Wicaksono selama 1 tahun dan 6 bulan penjara,” kata Robiatul di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa yang di dampingi oleh Penasehat Hukumnya, Bambang Wicaksono menyatakan, akan mengajukan pledoi. “Kami akan melakukan pledoi pekan depan. Intinya kami memohon keringanan hukuman, karena terdakwa sebagai tulang punggung keluarga,” ucap Bambang.

Diketahui, terdakwa akan menyewa mobil kepada Hendro Rusdiyanto untuk keperluan berobat orang tuanya. Namun setelah berhasil menyewa mobil itu, terdakwa meminta antar kepada Yudi (DPO) ke daerah Sumodono Sidoarjo untuk menggadaikan mobil kepada Gondrong (DPO) sebesar Rp30 juta selama satu bulan. 

Setelah itu, uang hasil gadai tersebut dipergunakan terdakwa untuk membayar fee kepada Yudi (DPO) dan Gondrong (DPO) memberikan pinjaman kepada Saksi Friska Emiliya membayar uang sewa mobil tersebut, membayar utang, membayar kos dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Hendro Rusdiyanto dan Saksi Ariek Dina Siswinandrini mengalami kerugian sebesar Rp158 juta yang mana kerugian tersebut dari jumlah angsuran sebanyak 25 kali angsuran Rp4,177 juta.

"Kejadiannya, 22 Desember 2022, Pukul 18:00 Wib di rumah Jalan Pucang Adi Nomor 103-A Kelurahan Pucang Kecamatan Gubeng Surabaya. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper