suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nyolong Sepeda Motor di Area Parkir RSIA, Terdakwa Aden dan Sigit Diadili, Adit Buronan, Jaksa Hadirkan Saksi

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Aden Firmansyah dan Muhammad Sigit Febrianti menjalani sidang di Ruang Garuda 1 PN Surabaya secara online dan 2 orang Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti perawat (pemilik sepeda motor) dan Fauzhi Bahari Kertan Security RS di persidangan
Foto: Terdakwa Aden Firmansyah dan Muhammad Sigit Febrianti menjalani sidang di Ruang Garuda 1 PN Surabaya secara online dan 2 orang Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti perawat (pemilik sepeda motor) dan Fauzhi Bahari Kertan Security RS di persidangan
suara-publik.com leaderboard

 

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana pencurian dengan pemberatan, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih No.Pol.: L-4989-WB milik saksi Wulan Febry Tri Ismiranti, yang dicuri di area parkiran R.S Ibu dan Anak, di Jalan Flores 12 Surabaya. Dijual oleh pelaku, dengan para Terdakwa Aden Firmansyah bin Bambang Purnomo bersama dengan Terdakwa Muhammad Sigit Febrianti bin Koemandianto dan Adit (DPO), di Ruang Garuda 1 PN Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Alex Adam Faisal secara online, Rabu, (03/01/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siska Christina dari Kejari Surabaya menyatakan Terdakwa Aden Firmansyah bersama dengan Terdakwa Muhammad Sigit Febrianti melakukan tindak pidana, mengambil barang, seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, dilakukan dua orang atau lebih dengan bersekutu, masuk ke tempat melakukan kejahatan,sampai pada barang yang diambil, dilakukan merusak, memotong, memanjat, memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 363 Ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 KUHP"

Selanjutnya JPU menghadirkan 2 orang saksi, yakni, Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti perawat (pemilik sepeda motor) dan Fauzhi Bahari Kertan Security R.S.

Saksi Wulan mengatakan "pada saat pagi hari tanggal 12 Oktober, motor saya hilang diparkiran, saya masuk malam pulang pagi, tidak dikunci setir yang mulia, kerugian saya Rp22 juta," terang saksi. 

Saksi Fauzhi mengatakan, "Saat itu saya jaga malam, kehilangan motor diketahui saat pagi hari, lalu kami lapor komandan, regu malam saya sift jaga, lihat di CCTV, terlihat ada dua orang pakai tutup kepala yang mulia," terang saksi.

Para terdakwa membenarkan keterangan saksi, " benar yang mulia, mencuri di RS baru sekali, kami buat makan uang penjualannya," kata para terdakwa. 

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu pekan depan, agenda Tuntutan JPU. Diketahui, Terdakwa Aden Firmansyah bersama Muhammad Sigit Febrianti dan Adit (DPO), sepakat mengambil sepeda motor milik orang lain, dengan mengendarai motor Suzuki Kawasaki Ninja merah No.Pol: L-5910-ZU berboncengan tiga mencari sasaran.

Selanjutnya, hari Kamis, 12 Oktober 2023, Jam 03:42 Wib, di area parkir Rumah Sakit Ibu dan Anak, di Jalan Flores No.12 Surabaya, para Terdakwa Adit (DPO) melihat sepeda motor Honda Scoopy warna putih No.Pol: L-4989-WB milik Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti tidak dikunci setir terparkir di area parkiran. Terdakwa Aden dan Sigit berperan mengawasi situasi, sedangkan Adit mengambil sepeda motor milik Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti dengan cara melompat pagar langsung mengambil sepeda motor tersebut.

Adit (DPO) menuntun sepeda motor Honda Scoopy keluar area parkiran. Sampai di jalan raya Terdakwa Asen dan Sigit dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Kawasaki Ninja mendorong Adit (DPO) yang menaiki sepeda motor Honda Scoopy menuju rumah Terdakwa Sigit. Akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan Saksi Wulan Febry Tri Ismiranti mengalami kerugian Rp22.000.000. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper