SURABAYA-SUARA PUBLIK. Peristiwa mengejutkan terjadi di
halaman Polrestabes Surabaya Senin (30/05/2016) sore kemarin. Sejumlah polisi
berseragam preman berlari kencang. Sementara polisi lain yang berseragam dinas,
nampak menghadang di gedung SPKT (Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu).
Sedangkan ditengah-tengah mereka, seorang pria berkaos coklat bercelana pendek,
terlihat panik. Pria bersandal jepit itu seolah bingung hendak kemana. Dan,
pria inilah yang menjadi sasaran penangkapan para polisi saat itu.
Awalnya, hanya terdengar teiakan “maling, maling, dia maling, hentikan” dari
sejumlah opsnal sambil berlari. Mendengar itu, sejumlah polisi berpaikaian
seragam yang menjaga pos penjagaan dan SPKT langsung menghadang. Pria berbaju coklat
yang ditunjuk sebagai maling tadi akhirnya kelabakan. Sebab, dia mulai
terkepung. Dengan hanya minta ampun, pria ini pun menyerah. “Ampun Pak. Ampun.
Saya jangan diapa-apakan. Saya menyerah Pak,” kata pria itu.
Melihat pria ini menyerah dan pasrah, Kompol Manang Soebeti, Wakasat Reskrim
Polrestabes Surabaya yang saat itu turut mengejar akhirnya menangkapnya dibantu
dua anggota opsnal. Peristiwa penangkapan pria tersebut akhirnya menggegerkan
suasana Mapolrestabes yang saat itu juga tengah menggelar acara serah terima
jabatan (sertijab).
Sebelum memasuki gedung Anindita, pria ini dijemput oleh Kompol Anton Prasetyo, Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya dan sejumlah anggotanya. Dengan cepat, pria ini pun dibawa ke lantai 5. Lantai 5 gedung Anindita sendiri ditempati oleh Satreskoba. Diduga, pria ini merupakan tersangka narkoba yang kabur dari ruang penyidikan. “Benar, itu tersangka narkoba yang mencoba kabur dari ruang penyidikan,” cetus sumber internal kepolisian dilingkungan Polrestabes Surabaya.
Sementara itu, Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Adityawarman saat dikonfirmasi tidak menampik jika pria tersebut adalah tersangka narkoba. Donnny bahkan menyatakan, bahwa pria tersebut baru ditangkap anggotanya pada Minggu (29/05/2016) malam kemarin. Pada saat peristiwa itu, pria tersebut tengah menjalani pemeriksaan lanjutan. “Benar. Dari keterangan anggota, di sela-sela pemeriksaan, dia ijin untuk buang air kecil (kencing) sebentar. Tapi setelah ditunggu lama, dia tidak ada,” kata Donny.
Sayang, Donny masih enggan mengungkap identitas pria tersebut untuk alasan pengungkapan jaringan narkoba yang melibatkan pria itu. Tetapi, Donny menegaskan jika pria yang yang ditangkap anggotanya tersebut adalah seorang lawyer (pengacara). “Untuk lengkapnya, akan kami rillis besok hari Rabu. Sementara masih kita periksa dan kembangkan. Saat ini kasusnya ditangani oleh Unit Idik I (Satreskoba Polrestabes Surabaya),” tegas Perwira Polisi asli Surabaya ini.
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, ternyata pria ini kabur melalui tangga manual dari lantai lima menuju lantai bawah. Dan pada saat sampai di lantai 3, sejumlah anggota Satreskrim mendapati baju tersangka yang tergeletak. Dari sanalah, anggota Satreskrim menyurigai pria tersebut, hingga akhirnya dikuntit. Awalnya, pria tersebut tidak merasa dikuntit. Dia nampak berjalan tenang layaknya tamu di Polrestabes. Namun ketika diteriaki maling, pria ini pun panik dan akhirnya menyerah.(TOM)
Editor : Pak RW