suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bawa Kapak dan Rusak Perabotan Rumah, Oknum Perangkat Desa Glindah Dilaporkan ke Polsek Kedamean

Foto: Korban Tri Wahyuni bersama keluarganya usai melaporkan ke Polsek Kedamean
Foto: Korban Tri Wahyuni bersama keluarganya usai melaporkan ke Polsek Kedamean
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suara-publik.com) - Trauma Triwahyuni masih membekas hingga sekarang. Ancaman pembunuhan yang akan dilakukan oleh oknum perangkat Desa Glindah kepada keluarganya masih terngiang-ngiang dipikirannya.

Wahyuni gelisah dan sulit tidur akibat trauma tersebut. Kekhawatiran itu bukan tanpa sebab.
Dia khawatir orang yang mengancamnya akan datang lagi ke rumahnya dengan membawa senjata tajam.

Baca Juga: Kepedulian Anggota Polres Gresik Berhasil Temukan Pria yang Hilang Selama Lima Hari di Pinggir Jalan

Sebab, pada sore hari, Senin, 29 Januari 2024, rumah Tri Wahyuni di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, di datangi oleh oknum perangkat Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Oknum berinisial Tr tersebut datang ke rumah Wahyuni bersama saudara iparnya, yakni Saudara R alias Wondi. Mereka masuk ke rumah Tri Wahyuni sambil mengayunkan kapak, mengacak-acak dan merusak perabotan rumahnya menggunakan kapak.

Dihadapan Tri Wahyuni dan anak-anaknya, sekeluarga oknum perangkat Desa Glindah bersama saudara iparnya R alias wondo, mengancam kalo teman-teman R alias Wondo banyak yang jadi preman kalo ingin menghabisi korban sekeluarga urusan kecil "ungkap triwahyuni menirukan ancaman R alias Wondo terhadap diri dan keluarganya sambil mengacungkan kapak di hadapan Tri se-keluarga

Baca Juga: Sering Kebanjiran, Warga Benjeng dan Balongpanggang Tak Kaget Hadapi Musibah Tahunan Ini

Takut kejadian itu terulang lagi, Tri Wahyuni melapor ke Polsek Kedamean pada Selasa malam, 30 Januari 2024, Jam 19.00 Wib. Kedatangan Wahyuni di Polsek Kedamean di dampingi oleh Aris Gunawan selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR).

"Saya takut dan trauma. Anak-anak sampai gak berani keluar rumah. Takut dibunuh," ungkap Tri Wahyuni sambil matanya berkaca-kaca.

Baca Juga: Sat Lantas Polres Gresik Sigap Tangani Putusnya Kabel Listrik di Simpang 4 Kebomas

Tri Wahyuni berharap mendapat perlindungan dari Polsek Kedamean dan laporannya segera diproses. Walaupun demikian, traumanya sulit hilang.

"Anak-anak sering gemetar. Takut. Di depan mata mereka, dia mengacungkan kapak sambil mengancam akan membunuh saya dan keluarga," ujarnya. (imam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper