suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengedar Sabu 5 Gram Jalani Sidang Lanjutan, Guntur Pamungkas Dituntut 8 Tahun dan Denda Rp1,2 Miliar

Foto: Terdakwa Guntur Pamungkas (kiri atas), dan Saksi Polisi, Zikrullah (kanan), sidang agenda tuntuyan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Guntur Pamungkas (kiri atas), dan Saksi Polisi, Zikrullah (kanan), sidang agenda tuntuyan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 28 poket hemat dan 2 poket masing- masing 1 Gram'an, dengan berat total 5 Gram, dengan Terdakwa Guntur Pamungkas alias Tupai bin Wahyudi, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Sudar secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Akhmad Iriyanto dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Guntur Pamungkas terbukti bersalah melakukan tindak pidana, "tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I jenis sabu" "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pasal 114 ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika." dalam dakwaan Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Guntur Pamungkas alias Tupai dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa ditahan dan denda Rp1,2 Miliar, Subsidair 6 bulan penjara," Kamis, (29/02).

Menyatakan barang bukti antara lain, 26 poket kecil sabu dengan berat total 8,58 Gram beserta pembungkusnya, 1 buah jaket warna merah muda, 1 bendel klip plastik transparan, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah sedotan skrop, 1 Hp merk Vivo dan 1 plastik warna merah, dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Polisi Penangkap, Zikrullah, anggota Polrestabes Surabaya, mengatakan, "Kami menangkap terdakwa bersama tim, Rabu, 8 November 2023, di kos'an Jalan Simo Gunung Kramat, saat itu sedang tidur, kami temukan 26 polet sabu, timbangan dan Hp," terang saksi.

Diketahui, pada Senin, 06 November 2023, Jam 20:30 Wib, Terdakwa Guntur Pamungkas dihubungi Sis (DPO), berangkat ambil sabu di Jalan Raya Kletek Sidoarjo, terdakwa pergi ambil ranjauan sabu. Sampai di lokasi, terdakwa dihubungi orang suruhan Sis, lalu dikirim Share lock dan gambar letak ranjauan sabu yang akan diambil.

Terdakwa mengambil dan menerima dalam bentuk 1 bungkus plastik dililit tissue dimasukkan ke dalam bungkus Beng-beng, lalu terdakwa bawa pulang kerumah. Sampai di rumah, terdakwa menimbang sabu sebanyak 5 Gram di pecah-pecah menjadi 3 bagian. 28 poket sabu dikemas kecil-kecil, 1 poket berisikan sabu seberat 1 Gram sebanyak 2 poket, 1 poket sabu sebanyak 1 Gram terdakwa jual kembali, dan sisanya sebanyak 1 poket sabu 1 Gram terdakwa ranjau di kuburan Jalan Jarak Surabaya, suruhan Sis.

28 poket sabu dijual harga variasi per-poketnya antara Rp150 ribu-Rp200 ribu. Untuk sabu seberat 1 Gram dijual Rp1,2 juta. Uang penjualan sabu, terdakwa kirim ke Sis cara transfer. Setelah sabu terjual, terdakwa memperoleh untung Rp1,650 juta.

Terdakwa ditangkap oleh anggota Polrestabes Surabaya, pada Rabu, 08 November 2023, Jam 12:00 Wib, di Kost Jalan Simo Gunung Kramat Timur Gang IX/28, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Saat itu terdakwa sedang tidur, dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 26 poket kecil sabu, dengan berat total 8,58 Gram beserta pembungkusnya, di temukan dalam saku jaket merah muda tergantung di tembok kamar. 1 bendel klip plastik, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah sedotan skrop, berada di kolong lemari pakaian dan 1 Hp merk Vivo saat dipergunakan oleh terdakwa. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper