suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Penjual Nasi Goreng Nyambi Edarkan Sabu 50 Gram, Dwi Andrian Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Dwi Andrian (kiri), PH, Victor Sinaga dan partner, agenda sidang saksi penangkap dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi Leynisstyawan anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak di persid
Foto: Terdakwa Dwi Andrian (kiri), PH, Victor Sinaga dan partner, agenda sidang saksi penangkap dan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi Leynisstyawan anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak di persid
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu dengan berat 50 Gram, diambil melalui cara ranjau, yang dikendalikan oleh napi dalam lapas, dan diranjau oleh Doglas (buronan), diedarkan sesuai perintah bang Napi, dengan Terdakwa Dwi Andrian bin Kusnan, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Alex Adam Faisal, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Selasa, (05/03/2024).

Dalam agenda dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, Terdakwa Dwi Andrian, melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika." Atau,
"Sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Polisi Penangkap, Leynisstyawan Octavi, anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, yang menerangkan, "Kami dengan tim menangkap terdakwa pada 1 Desember 2023, sekira Jam 11, di dalam rumah Jalan Tambak Asri, sedang bantu ibunya masak. Saat digeledah ditemukan BB sabu 50,54 Gram. Terdakwa Dwi Andrian yang bekerja penjual nasi goreng mengaku kalau diperintah temannya yang berada di dalam Lapas, dengan mendapat keuntungan Rp2 juta," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Dwi Andrian yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga dan partner dari PBH DPC Peradi Surabaya, membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, awalnya Saksi Darul Syah dan Leynisstyawan Octavi, anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, mendapat informasi masyarakat, di rumahnya Jalan Tambak Asri Tanjung 1/34-A, Morokrembangan, Surabaya,
Terdakwa Dwi Andrian melakukan peredaran sabu.

Jum’at, 01 Desember 2023, saksi dan tim menuju lokasi, mengamankan Terdakwa Dwi Andrian, melakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti, 1 tas selempang hitam, di dalamnya berisi, 1 buah tas selempang hitam merk Torch berisi 1 klip plastic yang berisi sabu seberat 49,300 Gram, 1 buah sekrop terbuat dari sedotan plastik dan 1 unit handphone merk Redmi 8A merah.

Terdakwa mendapat sabu dari Doglas (DPO), yang menghubungi terdakwa Sabtu, 07 Oktober 2023, Jam 12.00 Wib, setelah sepakat, Kamis, 30 November 2023, Jam 15.00 Wib, terdakwa menjemput Arjuna Rizaldi (dalam berkas penuntutan terpisah) untuk berangkat mengambil sabu yang di ranjau di Terminal Angkutan Umum Benowo Surabaya.

Setelah mengambil sabu 50 gram, terdakwa pulang ke rumahnya di Jalan Tambak Asri Tanjung 1/34-A, Krembangan Surabaya. Sabu 50 gram, berhasil diedarkan kepada Arjuna Rizaldi. Terdakwa menjadi perantara jual-beli sabu mendapatkan keuntungan Rp40.000/Gramnya, dan diberi sabu secara gratis. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper