suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Residivis Narkotika Edarkan 1 Gram Sabu Disidang, Ainul Lutfi Dituntut 8 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Ainul Lutfi (kiri) dan Saksi Ferri Citra Hendra dan Heru Prasetyo, anggota polsek Wonocolo, sidang dengan agenda tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (13/03/2024)
Foto: Terdakwa Ainul Lutfi (kiri) dan Saksi Ferri Citra Hendra dan Heru Prasetyo, anggota polsek Wonocolo, sidang dengan agenda tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (13/03/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 9 poket, berat 1 Gram, membeli di Salim (buronan) di Madura seharga Rp900 ribu/Gramnya, dengan Terdakwa Ainul Lutfi alias Gondrong bin Abdul Madjid, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mangapul, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Rabu, (13/03/2024).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Duta Mellia dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Ainul Lutfi terbukti bersalah melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Pertama melanggar Pasal 114 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ainul Lutfi dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan denda Rp1 Miliar, Subsidair 6 bulan penjara.

Menyatakan barang bukti, 9 poket sabu, berat keseluruhan 4,06 Gram beserta pembungkusnya, seperangkat alat hisab sabu (pipet kaca, korek api gas, sedotan atau skrop plastik dan sebuah botol plastic yang ada lubang sedotannya) dan 1 tas slempang hitam, dirampas untuk dimusnahkan.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, 20 Maret 2024, dengan agenda sidang putusan majelis hakim.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan 2 orang saksi polisi yang menangkap terdakwa, yakni Saksi Ferri Citra Hendra dan Saksi Heru Prasetyo, anggota Polsek Wonocolo menerangkan, "Kami menangkap terdakwa hari Jumat, 13 Oktober 2023, mendapat informasi terdakwa berangkat ke Madura membeli sabu, saat pulang kembali ke Surabaya, di Kosannya, Rungkut Kidul Gang SS, kami masuk dalam kamar ditemukan tas selempang isinya sabu 9 poket, diakui membeli di Madura, dari Salim (DPO), terdakwa merupakan residivis dalam perkara sabu juga," terang saksi Heru.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Ainul Lutfi membenarkan, "Benar yang mulia, Saya membeli di Madura, harga Rp900 ribu/Gramnya. Saya jual eceran Rp200 ribu/poket. Saya pernah dihukum 4 tahun perkara sabu juga," pungkasnya.

Diketahui, Kamis, 12 Oktober 2023, Jam 23:30 Wib, Terdakwa Ainul Lutfi membeli sabu kepada Salim (DPO) sebanyak 1 Gram, harga Rp900 ribu. Terdakwa ambil sabu di rumah Salim, Desa Sanggra Agung, Bangkalan.

Salim menyerahkan sabu 1 Gram, lalu terdakwa membagi menjadi 9 poket masing- masing berisi 0,46 Gram, 0,44 Gram, 0,46 Gram, 0,44 Gram, 0,46 Gram, 0,46 Gram, 0,44 Gram, 0,46 Gram, 0,48 Gram) beserta pembungkusnya. Terdakwa juga pakai sabu ditempat tersebut, lalu kembali ke Surabaya dan akan menjual sabu per-poket Rp200 ribu.

Pada Jumat, 13 Oktober 2023, Jam 05:45 Wib, di kosan, Rungkut Kidul Gang SS Surabaya, Terdakwa Ainul Lutfi dilakukan penangkapan oleh Saksi Ferri Citra Hendra dan Saksi Heru Prasetyo, anggota polsek Wonocolo, dengan barang bukti, 1 tas slempang hitam berisi 9 poket sabu.

Seperangkat alat hisab sabu (pipet kaca, korek api gas, sedotan, skrop plastik dan botol plastic yang ada lubang sedotannya), terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polsek Wonocolo, guna pemeriksaan lebih lanjut. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper