suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pemakai dan Pengedar Sabu - Pil Koplo, Aditya Dwi Bebas di RJ, Tio Hernadiansah Divonis 4,5 Tahun Bui

Foto: Terdakwa Tio Hernadiansah (kiri), Penasehat Hukum, Sudjai (tengah), JPU, Hajita Cahyo Nugroho (kanan), sidang dengan agenda putusan hakim di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Tio Hernadiansah (kiri), Penasehat Hukum, Sudjai (tengah), JPU, Hajita Cahyo Nugroho (kanan), sidang dengan agenda putusan hakim di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 0,26 Gram, untuk dikonsumsi bersama dengan Aditya Dwi Yudistira (dalam berkas penuntutan berbeda), juga peredaran obat keras jenis pil dobel LL, dengan Terdakwa Tio Hernadiansah bin Suhari, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo, mengadili,
menyatakan, bahwa Terdakwa Tio Hernadiansah melakukan tindak pidana, Penyalahguna Narkotika Golongan I bagi diri sendiri, dan mengedarkan sediaan Farmasi yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat/kemanfaatan, dan mutu.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 435 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan."

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Tio Hernadiansah, dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan. Menetapkan masa penangkapan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan," Kamis, (21/03).

Menetapkan barang bukti, 1 bungkus plastik sabu seberat 0,26 Gram, 1 bungkus plastik klip berisi pil warna putih logo ”LL” berisi 50 butir, 1 bungkus plastik klip berisi pil warna putih logo ”LL” berisi 10 butir, 1 bungkus plastik klip berisi pil warna putih logo ”LL" berisi 10 butir dalam tas warna biru, 1 unit handphone. Dirampas untuk dimusnahkan. Uang tunai Rp270.000. Dirampas untuk negara.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hajita Cahyo Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 5 tahun.

Sebelumnya, Jaksa Hajita Cahyo Nugroho, menghadirkan saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya. Ada fakta mengejutkan yang diungkapkan oleh saksi penangkap dalam sidang, bahwa salah satu tersangka dalam kasus ini yaitu Aditya Dwi Yudistira telah dihentikan proses hukumnya dengan menggunakan Restorative Justice alias (RJ). "Yang satu sudah dilakukan RJ yang mulia," kata saksi.

Siapa yang melakukan RJ,? Tanya hakim ketua Rudito Surotomo, kepada saksi penangkap.
"Penyidik yang mulia," jawab saksi.

Itu kan berdasarkan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) karena barang buktinya kurang dari yang ditentukan? tanya Jaksa Hajita melanjutkan pertanyaan yang dilontarkan ketua majelis hakim kepada saksi penangkap.

"Benar, barang buktinya kurang," ucap saksi penangkap menjawab pertanyaan Jaksa.

"Saat penangkapan, apakah ada barang bukti lain saat penggeledahan terhadap terdakwa,"
tanya Jaksa.

"Selain menemukan sabu yang diakui terdakwa untuk dipakai sendiri bersama Aditya, kami juga menemukan di dalam tas terdakwa 1 klip pil dobel L isi 50 butir,1 klip isi 10 butir, 1 klip isi 10 butir, juga 1 hp," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi penangkap, Terdakwa Tio Hernadiansah yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Sudjai, membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, Senin, 09 Oktober 2023, Jam 09:00 Wib, Terdakwa Tio Hernadiansah dihubungi Aditya Dwi Yudistira (berkas penuntutan terpisah), untuk mengajak membeli sabu cara patungan masing-masing Rp100 ribu, memakai uang Terdakwa Tio dulu.

Kemudian Aditya menghubungi Bagas (DPO) melalui WA, untuk membeli sabu. Tio mengambil sabu di rel Kereta Kapasari, langsung bertemu Bagas (DPO), dan menyerahkan uang Rp200 ribu, dan dibawa pulang.

Sebelumnya, hari Kamis, 07 September 2023, Terdakwa Tio Hernadiansah telah membeli 1 botol berisi 1000 butir pil logo ”LL, Rp650 ribu dari Riski (DPO). Diranjau di daerah SDN Rolak Surabaya.

Kemudian hari Minggu, 08 Oktober 2023, kembali membeli 1 botol isi 1000 butir Rp 650 ribu, diranjau di daerah SDN Jogoloyo Surabaya. Terdakwa telah menjual pil dobel L ke beberapa pelanggannya, tersisa 70 butir. Setiap 1 botol isi 1000 butir, terdakwa mendapat untung Rp150 ribu.

09 Oktober 2023, saat hendak nyabu bersama Aditya Dwi Yudistira di rumahnya Perum.Griya Kencana IC/76 Driyorejo Gresik, datang Saksi Dzikrullah Ahmad Kushadi dan Saksi Dinas Ari Sufi anggota Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan 1 poket sabu 0,26 Gram, dalam tumpukan batu bata samping rumah. Juga ditemukan 1 klip pil dobel L berisi 50 butir 1 klip isi 10 butir dan 1 klip berisi 10 butir di dalam tas terdakwa, uang tunai Rp270 ribu dan 1 buah handphone. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper