suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Cari Keuntungan, Jual Sabu 4 Poket Milik Hamzah DPO, Kevin Pratama Jadi Pesakitan

Foto : Sidang perkara Narkotika sabu, dengan Terdakwa Kevin Pratama, dengan agenda dakwaan JPU, saksi penangkap, dan pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Kamis, (28/03/2024)
Foto : Sidang perkara Narkotika sabu, dengan Terdakwa Kevin Pratama, dengan agenda dakwaan JPU, saksi penangkap, dan pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Kamis, (28/03/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, dengan cara menjual sabu titipan milik Hamzah (DPO) sebanyak 4 poket, laku terjual 2 poket, saat ditangkap sisa sabu 2 poket,dsri penjualan sabu mendapat untung 400 ribu, dengan Terdakwa Kevin Pratama bin Suhendra, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, (28/03/2024).

Dalam agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arie Zaky Prasetya dari Kejari Tanjung Perak, yang dibacakan Jaksa Ugik Ramantyo, menyatakan, Terdakwa Kevin Pratama melakukan tindak pidana Narkotika, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, menukar, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Penangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Novian Eko Satria dan Budi Ariawan dipersidangan. Saksi mengatakan, "Kami bersama dengan tim, pada Jumat, 23 Desember, melakukan penangkapan terhadap Kevin dirumahnya. Yang sebelumnya informasi masyarakat adanya peredaran narkoba. Dilakukan penggeledahan ditemukan 2 klip plastik, berisi sabu 0,36 Gram, dan pipet kaca berisi sabu 1,63 Gram, sekrop plastik dan 1 Hh," terangnya.

"Diakui sabu tersebut dapat dari Hamzah (DPO), pembayarannya setelah barang sabu habis. Terdakwa sendiri bekerja sebagai Cleaning Service di Apartemen Gunawangsa Manyar, saat dites urine positif," tambah saksi.

Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Kevin Pratama membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, Kevin mengatakan kalau dirinya mendapatkan 4 poket sabu dari Hamzah (DPO), "Satu poket saya untung Rp50 ribu, total dapat untung Rp400 ribu, pungkasnya.

Diketahui, pada Selasa, 19 Desember 2023, Jam 22:00 wib, Terdakwa Kevin Pratama menghubungi Hamzah (DPO) untuk membeli sabu, dengan percakapan, "IIni ada yang cari, ada tah barangnya," "Ada, nyari berapa" "1 poket cak,"
" Ya dah daripada riwa-riwi nanti tak titipi 4 poket sekalian," "Oke."

Selanjutnya, Jumat, 20 Desember 2023, terdakwa dihubungi Hamzah, yang mengatakan "Ini (sabu) sekalian saya mau kerja saya bawa, tak tunggu di Gangmu,"

Terdakwa menerima 1 bungkus plastik berisi 3 poket sabu dari Hamzah, untuk dijual lagi. Terdakwa pulang membawa sabu disimpan dalam sepatu. Terdakwa telah menjual 2 poket harga Rp200 ribu/poket. Terdakwa mendapat keuntungan dan gratis pakai sabu.

Terdakwa ditangkap oleh Saksi Novian Eko Satria dan Budi Ariawan anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dirumahnya Jalan Menur Gang V/30, RT03 RW 10 Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu, 23 Desember 2023, Jam 11:00 Wib.

Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti, 1 pasang sepatu warna putih merk Fashion, di dalamnya terdapat 2 poket kecil berisi sabu 0,36 Gram dan 1 pipet kaca di dalamnya berisi sisa Sabu berat 1,63 Gram, 1 Sekrop sabu dan 1 Hp merk Oppo warna Silver. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper