suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pasutri Sekongkol Gelapkan Uang Sewa Kos Rp10,8 Juta, Andrea Berkas Terpisah, Jennies Dihukum 8 Bul

Foto: Terdakwa Jennies Puspita Sari alias Jeni (35) (kiri bawah), 2 Saksi Tri Anella dan Ima Sundari, penghuni kamar kos No.7 dan 8, dengan agenda sidang putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Jennies Puspita Sari alias Jeni (35) (kiri bawah), 2 Saksi Tri Anella dan Ima Sundari, penghuni kamar kos No.7 dan 8, dengan agenda sidang putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara penggelapan uang sewa kamar kos di Jalan Barata Jaya No.10 Surabaya, yang tidak disetorkan kepada pemilik rumah kos Yunita senilai Rp10,8 juta, dengan Terdakwa sepasang pasutri, Jennies Puspita Sari alias Jeni bin Heru Sutanto (35) warga Gubeng Kertajaya 2-KA / 42, Surabaya, pekerjaan sebagai penjaga rumah kos, bersama suaminya Andrea Rizky Prastica (berkas terpisah), di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Mohammad Djoenaidie, mengadili, menyatakan, Terdakwa Jennies Puspita Sari (35), terbukti bersalah melakukan tindak pidana, turut serta melakukan penggelapan.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP." dalam dakwaan tunggal Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Jennies Puspita Sar, dengan pidana penjara selama 8 bulan, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa, dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo dari Kejari Surabaya, yang menuntut dengan pidana penjara 10 bulan.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan 2 orang saksi, yakni, Saksi Tri Anella dan Saksi Ima Sundari, penghuni kamar kos No.7 dan 8. Saksi menerangkan, "Pada tanggal 27 November 2023, datang ke rumah kos, saya ditagih uang kos, sedangkan uang sudah saya bayarkan 2 bulan, perbulan Rp1,8 juta, kepada Bu Jennies, yang mengelola rumah kos," kata Nella.

Sedangkan Daksi Ima telah membayar 1 bulan kepada terdakwa, "Kalau saya sudah bayar 1 bulan ke Bu Jennies, gak tau untuk kamar-kamar yang lainnya," terangnya.

Terhadap keterangan para saksi, Terdakwa Jennies membenarkan, "Benar yang mulia, Rp10 juta yang tidak saya setorkan ke Bu Yunita, tiap bulan saya yang menarik uang sewa kamarnya," pungkasnya.

Diketahui, bulan September-November 2023, Terdakwa Jennies Puspita Sari alias Jeni bekerja di rumah kos Jalan Barata jaya/10, Surabaya, dengan gaji Rp3.000.000, sebagai penjaga kos milik Saksi Yunita bersama Andrea Rizky Prastica (berkas terpisah) suami terdakwa.

Apabila dilakukan pembayaran tunai dititipkan ke terdakwa selaku penjaga rumah kos, memberikan kuitansi pembayaran. Kemudian terdakwa bersama Andrea Rizky Prastica, menyetor tunai ke mesin ATM, setelah itu ditransfer ke rek. pemilik rumah kos menggunakan M-Banking melalui handphone Andrea Rizky Prastica. Terdakwa mencatat di buku daftar penghuni kos.

Aturan pembayaran ke rek. BCA an. Cassius Hendrico Susilo, namun, mulai 1 September 2023 pembayaran dialihkan ke norek. BCA, an. Christifer Alexandro Susilo anak Saksi Yunita. Namun, pembayaran dimasukan ke rekening BCA an. Jennies Puspita Sari milik terdakwa.

Menerima pembayaran sewa kamar dari Febi/Robiah, kamar No.2, 15 September 2023, Rp1.200.000, dan pembayaran DP Rp600.000, terdakwa berikan kuitansi pembayaran.

Menerima transaksi transferan, 13 Oktober 2023, Rp300.000, dan pembayaran cash/tunai Rp1.500.000, terdakwa berikan bukti kuitansi pembayaran.

Menerima uang pembayaran sewa kamar dari Ni Putu, kamar No. 04, pembayaran kamar kos no. 02, yaitu, terdakwa menerima transaksi transferan, 17 November 2023, Rp1.800.000. Menerima uang pembayaran sewa kamar dari Nella kamar No.8, secara cash/tunai Rp1.800.000, 17 Oktober 2023.
Rp1.800.000, 18 November 2023.

Kemudian menerima pembayaran sewa kamar kos dari Ima kamar kos No. 07, secara cash/tunai Rp1.800.000 pada 25 November 2023.

Uang pembayaran kos tidak terdakwa serahkan ke pemilik kos, melainkan di pergunakan untuk kepentingan pribadi bersama Suaminya Andrea Rizky Prastica.

Akibat perbuatan terdakwa, Daksi Yunita, pemilik kos mengalami kerugian Rp10.800.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper