suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Curi Motor Milik Keponakannya Sendiri, Dijual Rp2,2 Juta pada Marsub Buronan, Abdul Fatah Divonis 14 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Abdul Fatah (kiri atas), Saksi Puput (tengah), dan JPU, Diah Ratri Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya, secara vidio call
Foto: Terdakwa Abdul Fatah (kiri atas), Saksi Puput (tengah), dan JPU, Diah Ratri Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya, secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pencurian 1 unit Sepeda Motor Honda Vario Nopol L-5291-IG warna merah, milik Saksi Puput, yang diambil oleh pamannya sendiri yang numpang hidup pada Puput dirumahnya, sepeda motor dijual daerah Sidotopo, kepada Marsub (buronan) seharga Rp2,2 juta, dengan Terdakwa Abdul Fatah bin Mesal, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam sidang agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Saifudin Zuhri, mengadili,
menyatakan, Terdakwa Abdul Fatah terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana, pencurian. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP."

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Abdul Fatah dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 2 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan lamanya penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti, 1 lembar STNK. Dikembalikan kepada Saksi Puput
1 celan Panjang warna hitam, 1 kaos lengan pendek warna hitam, 1 kaos lengan panjang warna merah muda dan 1 flasdisk CCTV.
Dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Diah Ratri Hapsari dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban Puput pemilik sepeda motor Vario, mengatakan, "Saya kehilangan sepeda motor Honda Vario milik saya, yang ngambil paman saya sendiri. Paman saya menumpang hidup tinggal sama saya. Waktu rumah sepi, Paman saya membawa motor ke Jalan sidotopo, dijual harga Rp2,2 juta. Sampai sekarang belum kembali, saya mengalami rugi Rp21 juta yang mulia," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Abdul Fatah, membenarkannya, "Benar yang mulia," kata terdakwa dalam persidangan.

Diketahui, pada Kamis, 23 November 2023, Jam14:00 Wib, di Jalan Nambangan Gang Permata No 21 Kecamatan Bulak Surabaya, Terdakwa Abdul Fatah menumpang tinggal di rumah Saksi Puput.

Mengetahui rumah sedang keadaan sepi, timbul niat terdakwa untuk mengambil 1 unit sepeda motor Honda Vario Nopol L-5291-IG merah yang terparkir di depan rumah. Terdakwa mencari-cari kunci kontak sepeda motor dan menemukan di laci dalam rumah. Terdakwa langsung menghidupkan sepeda motor Honda Vario tersebut ,lalu membawa pergi ke arah Sidotopo Surabaya.

Sampainya di Sidotopo, terdakwa menjual sepeda motor Honda Vario Nopol L-5291-IG warna merah kepada Marsub (DPO) harga Rp2,2 juta. Terdakwa menggunakan uang hasil penjualan sepeda motor untuk membeli baju dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Perbuatan terdakwa, mengakibatkan Saksi Puput mengalami kerugian Rp21.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper