suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tak Beretika, Pengunjung Sidang di PN Surabaya Boleh Menyumpah Saksi Dipersidangan, Ini Tanggapan Hakim

Foto: Pengunjung sidang mengambil alih penyumpahan terhadap saksi dipersidangan, (kiri kaos biru), Hakim, Alex Adam Faisal, saat berlangsung sidang narkotika jenis sabu di PN Surabaya secara VCall
Foto: Pengunjung sidang mengambil alih penyumpahan terhadap saksi dipersidangan, (kiri kaos biru), Hakim, Alex Adam Faisal, saat berlangsung sidang narkotika jenis sabu di PN Surabaya secara VCall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Pengadilan Negeri Surabaya semakin ngawur dan tak beretika. Pasalnya, dalam sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Alex Adam Faisal dengan agenda keterangan saksi, yang melakukan sumpah terhadap saksi bukan petugas pengadilan melainkan pengunjung sidang.

Dalam sidang yang digelar di ruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa, (23/04/2024). Majelis hakim yang diketuai Alex Adam Faisal memimpin sidang perkara narkotika jenis sabu dengan terdakwa Subagio dan Zainudin. Jaksa menghadirkan saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya.

Namun, tiba-tiba pengunjung sidang tersebut mengambil kitab suci Al-Quran di meja hakim tepat di depan hakim ketua, tanpa ada yang memerintahnya. Lalu kitab tersebut dibawanya kepada saksi posisi sejajar, dengan kitab diarahkan ke kepala saksi.

Pemandangan tersebut tidak sampai disitu, penyumpah saksi yang bukan dari kalangan PN Surabaya (Panitera Pengganti, red), terdengar lafal sumpah yang diucapkan oleh salah satu majelis hakim dalam menuntun saksi untuk membacakannya.

Mirisnya,  para hakim yang menyidangkan justru tidak menegur seorang pengunjung tersebut untuk tidak melakukan hal itu, bahkan para penegak hukum terkesan membiarkan saja kejadian tersebut.

Sidang di Pengadilan Negeri Surabaya Abaikan SOP ?

Padahal sesuai peraturan yang ada di dalam persidangan, yang berhak mengambil kitab suci untuk menyumpah saksi adalah petugas pengadilan, yang telah ditunjuk sesuai dengan SOP Pengadilan.

Selain itu, apabila petugas panitera di persidangan yang membawa kitab suci berpakaian  kemeja putih dengan menggunakan jas hitam dan berdasi hitam.

Saat dikonfirmasi ke Hakim, Alex Adam Faisal, berdalih tidak tahu, bahwa orang tersebut dikira staf dari kejaksaan. "Saya kira orang itu staf dari kejaksaan, namun untuk sumpahnya tetap sah, karena sidang banyak sekali perkaranya," terang Alex, sekaligus Humas PN Surabaya.

Kejadian nyeleneh tersebut, saat persidangan narkoba jenis sabu, di dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Astrid Ayu. P, dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, Terdakwa Subagio bin Sukeri dan Terdakwa Zainudin, melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Selanjutnya, JPU menghadirkan saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya. Saat itu saksi disumpah dipersidangan bukan oleh Panitera Pengganti (PP) sebagai juru sumpah, melainkan oleh seorang yang mengaku sebagai wartawan yang kesehariannya selalu ada di PN Surabaya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper