suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Komplotan Doyan Pesta dan Jual Sabu, Dhany, Rizal dan Noval Dituntut 7 Tahun 8 Bulan Bui, Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa I Dhany Fassandany, Terdakwa II Rizal Alek Permana Putro dan Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi (kiri), menjalani sidang agenda tuntutan JPU di PN Surabaya  secara Vcall, Rabu (15/05/2024)
Foto: Terdakwa I Dhany Fassandany, Terdakwa II Rizal Alek Permana Putro dan Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi (kiri), menjalani sidang agenda tuntutan JPU di PN Surabaya  secara Vcall, Rabu (15/05/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, sebanyak 9 poket, yang dijual kembali, 3 poket dipakai untuk pesta sabu bersama komplotan budak sabu, mendapat sabu beli dari Masoto (buronan polisi), diranjau di daerah Suramadu, dengan para Terdakwa I Dhany Fassandany bin Joko Wrintomo, Terdakwa II Rizal Alek Permana Putro bin Asim dan Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi bin Slamet Mulyadi,

Dipimpin Ketua Hakim Suparno, di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri  (PN) Surabaya secara Vidio Call, Rabu, (15/05/2024).

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan para Terdakwa
Dhany Fassandany, Rizal Alek Permana Putro, Noval Akbar Rafliandi, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika."

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dhany Fassandany, Rizal Alek Permana Putro, Noval Akbar Rafliandi, dengan pidana penjara selama 7 tahun 8 bulan dan Denda Rp1 Miliar, Subsider 1 tahun penjara. Dikurangi masa tahanan dan masa penangkapan dengan perintah terdakwa tetap ditahan."

Menyatakan barang bukti, 1 (satu) buah mainan bola plastik kecil warna kuning, di dalamnya berisi 4 (empat) poket sabu dengan berat Netto, 
(0,146 Gram, 0,181 Gram, 0,168 Gram, 0,173 Gram), dengan berat total netto 0,668 Gram.
1 (satu) kotak brankas kecil berisi 1 (satu) bendel klip plastik kosong.
1 (satu) unit handphone merk Oppo,
1 (satu) unit handphone merk Iphone,
dirampas untuk dimusnakan.
Uang tunai Rp100.000, dirampas untuk negara.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu, (22/05/2024), dengan agenda putusan hakim.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Penangkap anggota Polisi, Saksi Darul Syah menerangkan,  bahwa awalnya informasi masyarakat adanya peredaran sabu di Jalan Banyuurip Kidul Gang IV-A No. 53 B, dirumah Terdakwa Rizal Alex.

"Kami bersama tim menangkap para terdakwa di rumah Jalan Banyuurip Kidul Gang IV, mengedarkan sabu, sebagian telah dijual, kita menemukan 4 (empat) poket sabu dan Hp, sudah terjual 2 poket," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, para terdakwa membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, Sabtu, 13 Januari 2024, Jam 01:48 Wib, Terdakwa I Dhany Fassandany menghubungi Terdakwa II Rizal Alek Permana untuk titip dibelikan sabu seberat 1 (satu) Gram kepada Masoto (buronan) harga Rp1 juta. Masoto (DPO) menyanggupi Keesokan hari Minggu, 14 Januari 2024, Jam 10:00 Wib. Terdakwa Dhany dan Terdakwa Rizal Alek menuju ke Indomaret, Jalan Arjuno mentransfer uang Rp1 juta kepada Masoto (DPO).

Selanjutnya, Terdakwa Dhany dan Rizal menuju daerah Suramadu untuk mengambil sabu 1 (satu) Gram sistem ranjau di sisi turunan Jembatan Suramadu. Setelah berhasil mendapatkan barang tersebut, Terdakwa Dhany dan Rizal bergegas menuju rumah Terdakwa Rizal Alek Permana, di Jalan Banyu Urip Kidul Gg IV-A No 53B RT 003, RW 003, Banyuurip, Sawahan, Surabaya, untuk konsumsi sabu bersama-sama tersisa 6 poket sabu. Sebelumnya sebanyak 9 poket yang disimpan oleh Terdakwa Dhany di dalam bola plastik kecil warna kuning di dalam syal berada di dinding kamar Terdakwa Rizal.

Kemudian pada Selasa, 16 Januari 2024, Jam 02:00 Wib, Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi atas perintah Terdakwa Dhany untuk kirim sabu 1 (satu) poket ke Reza (DPO) di depan Gang rumah Terdakwa Rizal dan menerima uang Rp200 ribu dan menyerahkan kepada Terdakwa Dhany. Masing-masing terdakwa memberikan pesanan sabu ke pelanggan mendapatkan untung Rp400 ribu, jika barang laku terjual dan gratis mengkonsumsi sabu bersama-sama.

Selanjutnya, Selasa,16 Januari 2024,  Jam 09:00 Wib, Saksi Darul Syah dan Saksi Leynisstyawan Octavi, melakukan penangkapan terhadap Terdakwa I Dhany, Terdakwa II Rizal Alek Pemana Putro dan Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi, dilakukan penggeledahan ditemukan BB :
1mainan bola plastik kecil kuning berisikan 4 (empat) poket sabu ditemukan didalam sebuah syal digantungan dinding kamar, 1 (satu) kotak brankas kecil berisi 1 (satu) bendel klip plastik kosong diatas rak buku dalam kamar dan uang Rp1.000.000, 1 (satu) unit handphone merk Oppo dan 1 (satu) unit handphone merk Iphone di dalam rumah terdakwa II Rizal Alex Permana Putro. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper