suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tipu Pemodal Rp2,5 Miliar, Modus Kerjasama Budidaya Ikan, Pasutri Alvin Wisnutara dan Dian Setyo Riantien Diadili

Foto: Terdakwa Pasutri Alvin Wisnutara dan Dian Setyo Riantien, menjalani sidang pemeriksaan terdakwa, di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Pasutri Alvin Wisnutara dan Dian Setyo Riantien, menjalani sidang pemeriksaan terdakwa, di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penipuan dan  penggelapan, dengan modus mengelabuhi para pemodalnya untuk memberi modal usaha budidaya ikan kerapu di Situbondo Jatim, dengan menunjukan tempat usahanya yang fiktif, sehingga Saksi Korban Ernie Tri Yuliati terperdaya uangnya sebesar Rp2,5 Miliar, yang lenyap bersama bunga keuntungannya, dengan Terdakwa Alvin Wisnutara bin Suwarno, (45) alamat Sambirogo Blok I/25, Sambikerep, Surabaya / Perum. Istana Mentari Blok E-1/5 Sidoarjo/Apartemen Puncak Permai Tower A Lantai 11 No. 1167 Surabaya, pendidikan S1 Teknik Industri bersama istrinya Terdakwa Dian Setyo Riantien binti Ediyono (44), alamat Sambirogo Blok I/25,  Sambikerep, Surabaya atau Perum. Istana Mentari Blok E 1 No. 5 Sidoarjo, pendidikan SMA. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Taufik Tatas, di Ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Damang Anubowo dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Alvin Wisnutara, (45) dan Terdakwa Dian Setyo Riantien, (44), melakukan tindak pidana tipu gelap, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, secara melawan hukum, memakai nama palsu, martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP."

Dalam keterangan para terdakwa, yang pada intinya, Terdakwa Dian Setyo Riantien membenarkan keterangan Berita Acara Pemeriksan (BAP), namun untuk pertemuan yang pertama itu di Exselso dan Ia (Dian) juga pernah datang ke Situbondo.

"Saya datang juga ke Situbondo," kata Dian.

"Berapa uang yang sudah di kembalikan," tanya hakim.
"Saya sudah kembalikan sekitar Rp500 juta, untuk sisanya belum dikembalikan, karena saat itu listrik padam di budidaya Ikan Kerapu," kelit Terdakwa Alvin.

"Selain usaha Ikan Kerapu ada usaha apa lagi," tanya hakim lagi.
Ada Cafe, Karoseri, namun semuanya macet (oleng) yang mulia," terang Alvian.

"Saya sangat menyesal telah menyeret istri saya dalam.maslah ini yang mulia," pungkasnya, Rabu, (22/05).

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu,  29 Mei 2024 dengan agenda tuntutan JPU.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Diketahui, Saksi Ernie Tri Yuliati mengenal Terdakwa Dian Setyo Riantien bertemu para terdakwa Kamis, 4 Agustus 2022, di Rumah Makan Sop Buntut Gelora Pancasila Jl. Musi No. 48 Surabaya. Saksi Erni dikenalkan kepada Terdakwa Alvin Wisnutara.

Terdakwa Dian Setyo Riantien dan Alvin mengatakan profesinya sebagai petani ikan (budidaya ikan kerapu), sedang butuh modal usaha pembagian keuntungan sangat menjanjikan, dengan resiko kecil.
Keuntungan diberikan kepada pemilik modal setiap kali siklus panen jangka waktu 90 hari.

Lokasi pembenihan ikan kerapu diakui milik para terdakwa berlokasi di Situbondo. Kemudian para terdakwa mengajak Saksi Ernie mengunjungi lokasi pembenihan ikan kerapu di Situbondo. Karena percaya dengan perkataan para terdakwa dan menunjukkan lokasi pembenihan ikan kerapu,

Saksi Ernie Tri Yuliati tergerak menyerahkan uang kepada para terdakwa, secara bertahap hingga nilai total Rp2.500.000.000, melalui rek. BCA milik Terdakwa Alvin Wisnutara.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Untuk meyakinkan Saksi Ernie, Terdakwa Alvin melakukan kerjasama pembenihan ikan kerapu di Kantor Christiani Hartono, SH.
Terdakwa Alvin juga membuat kerjasama pembibitan ikan kerapu dengan Saksi Johan Setiawan dan Saksi Leni Wijayantu teman dari Saksi Ernie Tri Yuliati, di Kantor Christiani Hartono, SH. Notsris di Surabaya.

Terdakwa Alvin Wisnutara mempergunakan uang yang ditransfer Saksi Ernie Tri Yuliati,
dipergunakan membangun café di Jl. Kav. DPR Blok E No. 22, Sidoarjo.
Pengembalian dana orang-orang yang memberikan modal usaha pembenihan ikan kerapu di Situbondo yang dijalankan, hanya untuk kepentingan pribadi para terdakwa.

Saksi Erni Tri Yuliati sulit bertemu dan berkomunikasi dengan para terdakwa sehingga melaporkan perbuatan para terdakwa ke Polrestabes Surabaya.

Akibat perbuatan terdakwa Alvin Wisnutara dan Terdakwa Dian Setyo Riantien, Saksi Ernie Tri Yuliati mengalami kerugian Rp2.500.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper