suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Foto: Jaksa Penuntut Umum, Erna Trisnaningsih dan Yusup dari Kejati Jatim (atas), Terdakwa Rukayah (kiri bawah) dan Ketua MH, Taufan Mandala, agenda sidang tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya
Foto: Jaksa Penuntut Umum, Erna Trisnaningsih dan Yusup dari Kejati Jatim (atas), Terdakwa Rukayah (kiri bawah) dan Ketua MH, Taufan Mandala, agenda sidang tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, penipuan dan penggelapan dalam transaksi penjualan tanah daratan di Desa Sumurwelut, Kelurahan Sumurwelut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, dengan bentuk surat petok D No.Petok D 267 persil 48 an. Seripah bin Rokayah, ukuran 8x60 m2, harga permeter 1,1 juta, dan telah terbayar lunas Rp.583 juta, namun hingga kini surat petok D tersebut belum diserahkan kepada Saksi Korban Lilik Juliati Djajadi, dengan Terdakwa Rukayah (58), warga Sumurwelut RT O2 RW 01 Kelurahan Sumurwelut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, pendidikan SD, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Taufan Mandala.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erna Trisnaningsih dan Yusup dari Kejati Jatim, menyatakan Terdakwa Rukayah, terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan. "Sebagaimana dakwaan kesatu Pasal 378 KUHP."

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Rukayah dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara.

Menyatakan barang bukti, Tetap terlampir dalam berkas perkara. Sidang akan dilanjutkan 28 Maret 2024, dengan agenda putusan hakim.

Diketahui, pada 5 Agustus 2012, di Jakarta di Jalan Mastrip 122, Kebraon, Karang Pilang Surabaya, Saksi Sukardi mendapat info kalau tanah Terdakwa Rukayah akan dijual. Saksi Sukardi mengajak Saksi Saidi ke rumah terdakwa, di Desa Sumurwelut, Kelurahan Sumurwelut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Setelah bertemu, terdakwa berkata "Cak di aku duwe tanah ukuran 8 X 60 M2 regone per-meter Rp1.100.000, bersih awakmu nggolek dewe” kemudian Saidi menawarkan tanah Petok D 267 persil 48 an. Seripah bin Rokayah, di Sumur Welut RT 02 RW 01, Kelurahan Sumur welut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya kepada Lilik Juliati Djajadi.

Saat menjual tanah, terdakwa tidak pernah memberi tahu Lilik Juliati Djajadi selaku pembeli tanah petok tersebut. Objek tanah yang dijual adalah milik Ibunya bernama Seripah bin Rokayah. Terdakwa juga tidak memberitahukan kepada Sukardi dan Saidi kalau obyek tanah tersebut milik Seripah.

Terdakwa menyuruh Sukardi dan Saidi menawarkan tanah tersebut dengan harga Rp1,2 juta/meter, harga total Rp576 juta. Saksi Lilik Juliati Djajadi menyetujui pembelian tanah dan melakukan pembayaran tanah tersebut secara bertahap, (05/08//2012) Rp5.000.000, (09/08/2012) Rp15.000.000, (13/08/2012) Rp100.000.000, (01/10/2012) Rp20.000.000,
(10/10/2012) Rp25.000.000, (10/01/2013) Rp 27.000.000, (15/02/2013) Rp10.000.000,
(08/032013) Rp10.000.000, (11/03/2013) Rp10.000.000, (13/04/2013) Rp25.000.000, (15/05/2013) Rp100.000.000, (26/06/2013) Rp100.000.000, (30/09/2013) Rp50.000.000, (
19/11 /2013) Rp70.000.000, (21/10/2014) Rp10.000.000, (08/04/2015) Rp5.000.000, dan (04/04/2015) Rp1.300.000 untuk pembayaran PBB.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Terdakwa telah dibayar lunas dari penjualan tanah Rp583 juta dan untuk makelar Sukardi dan Saidi Rp 40 juta. Tanah tersebut masih an.Seripah bin Rokayah. Selanjutnya terdakwa datang ke toko Lilik Juliati untuk meminta Petok D No. 267 an. Seripah dengan alasan ikut Prona (Program Nasoinal), namun petok tersebut tidak dikembalikan lagi ke Lilik Juliati.

Saat Lilik Juliati menanyakan kejelasan objek tanah yang dijual, terdakwa berjanji mengembalikan uang yang sudah terdakwa terima. Namun sampai saat ini uang Rp583 juta belum dikembalikan terdakwa. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper