SURABAYA-SUARA PUBLIK. Ratusan personil dari jajaran Polres
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, minggu (12/06/2016) malam menggelar razia
antisipasi imbangan dan pencegahan masuknya teroris ke kota Pahlawan di bulan
Ramadhan. Kali ini, razia difokuskan di Terminal Gapura Surya Tanjung Perak
Surabaya.
Kendati kondisi tidak memungkinkan karena pintu utama keluar para penumpang sebelah
kanan dikarenakan sempit. Namun petugas tetap melakukan pemeriksaan terhadap
penumpang yang turun dari KM. Dorolonda Jurusan Maumere, Surabaya ini. Setelah
periksa identitas dan barang bawaan para penumpang.
Korps coklat berjumlah ratusan personil yang dipimpin langsung oleh Kapolres
KP3 AKBP.Takdir Mattanete, melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang
mencurigakan dipintu utama keluar di terminal Gapura Surya .
Hasilnya, Empat orang penumpang berhasil diamankan oleh Anggota Polres
Pelabuhan Tanjung Perak. Dari empat orang yang diamankan satu diduga sebagai
penyakit masyarakat (copet). Sebab lelaki berbadan kekar ini awalnya menolak
dan berontak untuk diperiksa, setelah barang bawaanya di periksa oleh Anggota
dan ditemukan beberapa dompet wanita didalam tasnya akhirnya pria ini tidak
berkutik
Sedangkan tiga orang penumpang yang diamankan karena setelah barang bawaanya
diperiksa oleh petugas kedapatan ada yang membawa bibit penyu, busur panah dan
senjata tajam yang tidak dilengkapi dengan dokumen dan surat resmi.
"Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP. Takdir Mattanete mengatakan, Razia
ini kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku terror. Setelah
Tim Densus 88 telah berhasil mengamankan para pelaku teror di Surabaya pada
rabu kemarin. Razia ini juga mengantisipasi atau meminimalisir keluar masuk
barang barang dan hewan hewan yang masuk melalui kapal."Pungkasnya
minggu(12/06).
Mantan Kasat Reskrim Polrestabes ini juga menambahkan, razia serupa akan
dilakukan secara rutin sebelum Sholat Idul Fitri berlangsung. Namun untuk
sasaran dan waktu razia, akan merahasiakan. Hal tersebut dilakukan untuk
mengantisipasi dan mempersempit gerak ruang para pelaku teror yang
ada."Tutup Takdir.. (TOM
Editor : Pak RW