suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Rehabilitasi Ruang UPT SMPN 14 Gresik Disorot, Diduga Potong Upah Kuli hingga Gunakan Besi Kolom Bercampur

suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suara-publik.com) - Unit Pelaksana Teknis Sekolah Menengah Pertama Negeri (UPT SMPN) 14 Gresik tahun 2024 ini mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang jumlahnya fantastis. Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Dermo nomor 5, Desa Dermo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik tersebut, melaksanakan 4 (empat) kegiatan rehabilitasi  pembangunan ruangan.

Dari data yang diperoleh media ini menyebutkan, sedikitnya terdapat 4 pembangunan fisik yang dilaksanakan serentak di UPT SMPN 14, Gresik, yakni meliputi, 1. Kegiatan  Rehabilitasi ruang UKS dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta perabotnya (1 ruang) sub kegiatan rehabilitasi sedang/berat sarana, prasarana, dan utilitas sekolah sebesar Rp151.774.000.

2. Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah (21 ruang) Sub kegiatan rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah sebesar Rp3.517.861.200.

3. Pembangunan ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) beserta perabotnya 1 (satu) ruang, dengan luas bangunan 500 m2, dengan anggaran sebesar Rp668.461.100.

4. Rehabilitasi toilet (jamban), senilai Rp149.019.000.

Ke 4 (empat) paket pekerjaan tersebut dilaksanakan mulai 13 Mei 2024 sampai 29 Oktober 2024.

Merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2024, tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik, pelaksana kegiatan seharusnya dikerjakan secara Swakelola (P2S) UPT SMPN 14 Gresik.

Sayangnya, pelaksanaan tersebut diduga kuat tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak sekolah. 

Informasi yang diperoleh media ini,  pada Senin, (3/6/2024), bahwa pelaksana kegiatan diduga ialah anggota salah satu organisasi perusahaan kontraktor di Kabupaten Gresik. Sedangkan Swakelola (P2S) UPT SMPN 14 Gresik diduga cuma sebatas formalitas saja.

"Banyak kejanggalan pada pekerjaan di UPT SMPN 14 Gresik, selain bahan material tidak sesuai, ada dugaan pekerjaannya diborongkan kepada pihak ketiga. Kita sudah menghubungi pihak yang diduga menjadi pihak ketiga melalui telepon selulernya, tapi dia tidak mau mengangkat telepon," ungkap salah satu tim suara-publik.com, GOS Bukhori, Senin, (3/6/2024).

Selain di duga melanggar juknis, GOS Bukhori menyebutkan, pelaksanaan pekerjaan juga diduga tidak sesuai teknisnya. Dari investigasi media ini di peroleh bahwa pemakaian besi kolom campur antara ukuran 8 mm dan 10 mm. 

Tentu saja, bangunan tersebut bermutu rendah dan berpotensi tidak berusia lama.

Begitu juga tentang tenaga kerja, rata-rata tenaga kerja, baik itu sebagai kuli bangunan atau tukang, berasal dari luar wilayah.

“Diaturan juknis, pekerjanya ialah warga lokal yang ada di sekitar SMPN 14 Gresik. Dari pengakuan mandor, pekerjanya bukan dari warga sekitar. Kami berharap, Dinas Pendidikan dan pengawas agar terus melakukan pengawasan terhadap proyek di SMPN 14 ini. Jangan sampai jadi bahan bancak'an,” tegas GOS Bukhori.

Terkait keberadaan tenaga kerja dibenarkan oleh Pangat selaku Kepala Tukang di pekerjaan di UPT SMPN 14 Gresik tersebut.

Dikatakan Pangat, bahwa seorang tukang diberi upah Rp150 ribu/hari, dan kuli diberi upah Rp130 ribu/hari. Dan semua pekerja yang menggaji adalah Amir (salah satu guru SMPN 14 Gresik)

“Ada 34 kuli. Mereka dibayar harian, dan semua yang membayar adalah Pak Amir,” kata Pangat.

Keterangan Kepala Tukang, Supangat berbeda jauh dengan yang disampaikan salah satu pekerja di lokasi.

Menurutnya, tukang di gaji Rp130 ribu dan kuli di gaji Rp110 ribu. Ada selisih Rp20 ribu/orang dalam seharinya. Jadi, dalam sehari Supangat bisa mendapatkan keuntungan uang sebesar Rp680 ribu. Jika di kalikan selama 6 bulan masa pengerjaan, maka jumlahnya sangat fantastis.

"Tukang disini di gaji Rp130 ribu dan kuli Rp110 ribu pak," kata pekerja yang namanya enggan disebutkan.

Sekedar diketahui, DAK Fisik anggarannya bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan RI. DAK Fisik adalah dana yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Untuk DAK Fisik khusus pendidikan di Kabupaten Gresik, tahun 2024 ini sebesar Rp 13,328 miliar. DAK Fisik Pendidikan ini akan menyasar 3 jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD dan SMP. Untuk DAK fisik jenjang SMP sebesar Rp6,262.106 miliar, PAU sebesar Rp872,333 juta, dan SD sebesar Rp5,563 miliar.

Alokasi DAK Fisik untuk pendidikan di Kabupaten Gresik tahun 2024 ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2023, yang dialokasikan sebesar Rp15,2 miliar.

Saat media ini mengkonfirmasi atas temuan dugaan penyimpangan proyek tersebut ke kantornya, Kepala Sekolah UPT SMPN 14, Gresik tidak berada ditempat. Bahkan saat di hubungi melalui telepon selulernya, Sunarto juga tidak menjawab.

"Maaf Bapak kepala sekolah sedang rapat," ujar penjaga sekolah SMPN 14 Gresik ini.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah SMPN 14 Gresik, Sunarto belum bisa di mintai keterangan. (tim/imam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper