suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli Sabu 2,2 Gram Seharga Rp2,5 Juta dari Tuyul Buronan, Dijual Lagi pada Konsumen, Mas'Ulum Ardiansyah Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Mas'Ulum Ardiansyah alias Osek (kiri), PH, Fardiansyah, SH dari LBH Lacak dan Saksi Ridho Polisi Penangkap di PN Surabaya secara Vcall, Rabu, (5/6/2024)
Foto: Terdakwa Mas'Ulum Ardiansyah alias Osek (kiri), PH, Fardiansyah, SH dari LBH Lacak dan Saksi Ridho Polisi Penangkap di PN Surabaya secara Vcall, Rabu, (5/6/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, sebanyak 2 poket (2,200 Gram dan 0,029 Gram) membeli dari Tuyul (DPO) secara ranjau di di Jalan Raya Gedangan Wedi Sidoarjo, seharga Rp2,5 juta, yang akan dijual kembali kepada para konsumen. Dengan Terdakwa Mas'Ulum Ardiansyah alias Osek bin Tiwan, sidang di pimpin Ketua Majelis Hakim, Antyo Harri Susetyo, di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call, Rabu (05/06/2024).

Dalam agenda dakwaan Jaka Penuntut Umum (JPU), Hasanudin Tandilolo dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Mas'Ulum Ardiansyah alias Osek melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika".

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Penangkap dari kepolisian, Ridho.  Saksi mengatakan, pihaknya  mengamankan terdakwa pada 5 Februari 2024 di rumahnya.
"Kami bersama tim menangkap terdakwa Mas'ulum di rumahnya,
Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya, ditemukan sabu dua poket (2,200 gram dan 0,029 Gram), timbangan elektrik, 1 HP, diakui membeli dari Tuyul (DPO) seharga Rp2,5 juta, diakui terdakwa telah membeli sebanyak 4 kali," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Mas'Ulum yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Fardiansyah, SH dari LBH Lacak, membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui, Minggu, 4 Februari 2024,  Jam 21:30 Wib, Terdakwa Mas'Ulum berniat membeli sabu secara ranjau di Jalan Raya Gedangan Wedi Sidoarjo tepatnya di gerobak, dengan Tuyul (DPO) membeli 2,200 Gram seharga Rp2,5 juta, yang nanti akan dijual lagi untuk mendapatkan keuntungan.

Mendapat informasi, petugas polisi
melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada Senin, 5 Februari 2024, Jam 18:30 Wib, di rumahnya,  Jalan di Sumberan RT. 002, RW. 004 Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya.

Dilakukan penggeledahan di temukan di atas tempat tidur, 1 (satu) kantong plastic berisi sabu netto 2,200 Gram, 1 (satu) kantong plastik berisi sabu berat netto 0,029 Gram, 1 (satu) timbangan elektrik, 1 (satu) buah tepak, 1 (satu) buah dompet corak batik, Beberapa klip plastic, 1 (satu) HP Oppo.Saat di introgasi terkait kepemilikan sabu, terdakwa mengakui mendapatkan dari Tuyul (DPO). (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper