suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Penipuan Berkedok Sanggup Urus Sewa Apartemen, Ana Maghfiroh Dituntut 18 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana (kiri bawah), dan Saksi Korban Diah Ajeng Belawati dan Saksi Ridlon Mustafa, dengan agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya, secara Vcall, Rabu, (5/6/2024)
Foto: Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana (kiri bawah), dan Saksi Korban Diah Ajeng Belawati dan Saksi Ridlon Mustafa, dengan agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya, secara Vcall, Rabu, (5/6/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) -Sidang perkara pidana, melakukan penipuan dengan berpura-pura bisa mengurus sewa 1 unit Apartemen Anderson, setelah dibayarkan Rp34 juta, agar supaya bisa cepat menempati, justru Saksi Korban Diah Ajeng Belawati baru 2 bulan menempati diusir oleh pengelola apartemen, karena kurang bayar.  Dengan Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana binti Sunandar Sultan Magribi. Sidang  dipimpin Ketua Majelis Hakim, Suparno, di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call, Rabu, (5/6/2024).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nurhayati dari Kejari Surabaya, menyatakan,  Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana binti Sunandar Sultan Magribi, terbukti bersalah melakukan tindak pidana,
Penipuan.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP sebagaimana dalam Surat Dakwaan Pertama.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana berupa Pidana Penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti, seluruhnya, Tetap terlampir dalam berkas perkara.

Sidang dilanjutkan pada Rabu, 12 Juni 2024, dengan agenda putusan hakim.

Diketahui, Minggu, 3 Desember 2023, Jam 07:54 Wib, di kamar kos di Waterfront Kozko BC-10 Citraland Surabaya, terdakwa Ana Maghfiroh bertemu Saksi Diah Ajeng Belawati. 

Diah ingin mencari apartemen, Terdakwa Ana menawarkan Diah untuk menyewa apartemen tipe 1 BR di Apartemen Anderson 33-08, harga sewa Rp44.600.000/1 tahun, sehingga Diah berminat menyewa apartemen tersebut.

Selanjutnya, Selasa, 5 Desember 2023, Saksi Diah Ajeng Belawati transfer uang Rp10.000.000, ke rekening terdakwa sebagai DP sewa. Kamis, 7 Desember 2023, terdakwa menghubungi Daksi Diah mengatakan, jika cepat melunasi, bisa cepat menempati unit apartemen tersebut.

Pada hari Senin, 11 Desember 2023, karena percaya ucapan terdakwa, Saksi Diah melunasi uang sewa, mentransfer ke terdakwa uang Rp34.600.000.

Saksi Diah Ajeng Belawati dihubungi terdakwa belum bisa menempati apartemen dikarenakan masih ada penyewa harian. Terdakwa menjanjikan bisa memasuki hari Rabu 27 Desember 2023. Namun, pada hari Rabu, terdakwa kembali menghubungi Diah mengatakan belum bisa masuk apartemen, karena masih kotor dan masih ada penyewa harian hingga 31 Desember 2023. Saksi Diah baru bisa masuk dan menempati Apartemen Anderson unit 33-08 Lontar Surabaya pada 1 Januari 2024.

Kemudian, Sabtu, 17 Pebruari 2024, Saksi Diah Ajeng Belawati dihubungi Saksi Ivana Marketing (agen broker) terdakwa menyewa 1 unit Apartemen tipe 1 BR di Apartemen Anderson 33-08 melalui Saksi Ivana 1 tahun, terhitung mulai 1 Januari 2024 hingga 1Januari 2025, nilai Rp78.000.000, pembayaran setiap bulan Rp6.500.000, terdakwa hanya membayar sewa selama 2 bulan, terdapat surat perjanjian menyewa apartemen yang ditandatangani terdakwa selaku pihak kedua dan saksi Ivana marketing (agen broker) dengan pihak pertama Anggelina Cornelia, selaku pemilik apartemen.

Akibat perbuatan terdakwa,
Saksi Diah Ajeng Belawati mengalami kerugian Rp28.600.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper