suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terkait Proyek Pengadaan di KPU Jatim 2024, MAKI Jatim Cium Indikasi Dugaan Pelanggaran Hukum

suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - MAKI Jatim (Masyarakat Anti Korupsi Jawa Timur) mencium adanya indikasi pelanggaran hukum yang berpotensi merugikan negara pada Paket pekerjaan pengadaan launching Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, yang dimenangkan CV Cipta Entertainment, sebesar Rp1,4 Miliar. Hal ini diungkapkan Heru Satriyo selaku Koordinator Wilayah MAKI Jatim saat memberikan keterangan di kantor KPU Jatim, di Jalan Tenggilis, Surabaya, Rabu, (5/6/2024).

"Terindikasi ada pelanggaran dalam prosedur pengadaan oleh Pejabat Pengadaan KPU Jatim dalam proses E-Katalog dengan anggaran Rp1,5 Miliar, dengan nama paket launching Pilgub Jatim, yang sudah dilaksanakan di halaman Grand City Surabaya," ujar Heru MAKI.

Dalam pertemuan klarifikasi ini, pihak KPU yang diwakili Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini, Pejabat Pengadaan KPU Jatim, Agus dan jajaran Kabag KPU Jawa Timur menemui MAKI Jatim.

Heru menyampaikan beberapa temuan dari kinerja tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim, diantaranya, mengenai kegiatan konser yang di gelar pada malam tersebut, tujuan sosialisasi konser itu dan landasan apa yang menjadi dasar sehingga UMKM diminta membayar sewa standnya.

"Hal ini tentu sangatlah lucu mengingat bahwa di dalam SIRUP KPU Jatim tidak ditemukan release resmi terkait spesifikasi apa yang dikehendaki oleh KPU Jatim itu sendiri. Akhirnya muncul pertanyaan sederhana, apakah data atau item yang akan dipaparkan, mengingat calon penyedia tidak mengetahui spesifikasi yang diharapkan oleh KPU Jatim," terang Heru.

"Dalam artian, timbul pertanyaan yang aneh,apakah yang menjadi bahan dan data serta urgensinya memanggil 8 penyedia jasa EO untuk melakukan paparan ditengah tidak adanya data spesifikasi teknis yang diharapkan dari Pejabat Pengadaan," tambahnya.

Proses selanjutnya, tutur Heru, setelah paparan dan tim pejabat pengadaan melakukan evaluasi, akhirnya ditunjuk Cita Entertainment yang akan menjadi pemenang lelang. Dimana Cita Entertainment awalnya melakukan penawaran harga sebesar Rp1,8 Miliar, sesuai informasi Pejabat Pengadaan, ditengah pengumuman pagu anggaran hanya 1,5 Miliar.

"Yang lebih lucu lagi, Cita Entertainment, dalam proses negosiasi, akhirnya sepakat dengan harga penawaran sebesar Rp1,4 Miliar lebih dan ditengarai ada lagi pertemuan lanjutan dengan Cita Entertainment untuk menyampaikan spesifikasi yang dikehendaki oleh KPU Jatim lewat Pejabat Pengadaannya," kata Heru MAKI.

Dalam pertemuannya dengan pihak KPU Jatim, yang diwakili Pejabat Pengadaan, Agus, MAKI Jatim terus mengorek dan mempertajam pertanyaan demi pertanyaan kepada perwakilan KPU Jatim tersebut.

Disinggung Heru, apakah tahapan prosedur pengadaan yang dilakukan KPU Jatim sama sistemnya dengan pengadaan sebelumnya?
Agus selaku Pejabat Pengadaan menjawab jika semua system' pengadaan seperti itu tahapannya.

Tentu saja Heru MAKI terkejut dengan tanggapan dari pihak KPU Jatim. Dirinya menyampaikan bahwa ada dugaan kesalahan dalam penerapan prosedur pengadaan dalam perjalanan pengadaan KPU Provinsi Jawa Timur.

Salah satunya ialah tidak menampilkan spesifikasi dalam data isian SIRUP KPU Jatim. Sehingga semua proses pengadaannya di duga ada kesalahan prosedur berbasis system pengadaan E-Katalog dengan system pembayaran E-Porcushing.

"Point' yang fatal saat pejabat pengadaan adalah pertemuan antara penyedia dengan pejabat pengadaan. Sebab dari Perpres 54 tahun 2010 dengan 4 kali perubahan, sampai Perpres no 12 tahun 2021, diharamkan pejabat pengadaan dan PPK melakukan pertemuan dengan penyedia dalam kontek judul pertemuan apapun. Apalagi ada kaitannya dalam system pemilihan penyedia dalam proses pengadaan," ungkapnya dengan tegas.

Harusnya, lanjut Heru, ketika dirilis pejabat pengadaan KPU RI, system' E-Katalog secara otomatis akan memilih sendiri penyedia yang sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.

Apabila terdapat lebih dari satu penyedia, akan dilakukan system' mini kompetisi lanjutan dengan berbasis penawaran harga terendah. Selanjutnya dilakukan proses negosiasi dari calon penyedia dengan harga terendah.

"Secepatnya kami akan mengirimkan surat permohonan uji forensik record dalam kode lelang, 51763280 paket pekerjaan pengadaan Launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, pagu anggaran Rp1,5 Miliar," ujarnya.

"Apabila data uji forensik record history dari server LPSE sudah kita dapatkan, secepatnya kami akan mengambil langkah hukum secara terukur," tegas Heru MAKI Jatim.

Disisi lain, Agus selaku Pejabat Pengadaan KPU Jatim menerangkan, bahwa ada kegiatan yang tidak terupdate dalam system e catalogue LKPP. Terutama dalam hal mengundang rekan-rekan penyelenggara delapan CV/PT dengan jasa EOnya untuk melakukan paparan.

"Bahwa semua system pengadaan tahapannya seperti itu," ujarnya singkat. (Red)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper