suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tiga Budak Sabu Dihukum 6,5 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar, Dhany, Rizal dan Noval Nyatakan Banding

Foto: Terdakwa I - Dhany Fassandany, Terdakwa II - Rizal Alek Permana Putro, Terdakwa III - Noval Akbar Rafliandi (kiri), menjalani sidang agenda putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa I - Dhany Fassandany, Terdakwa II - Rizal Alek Permana Putro, Terdakwa III - Noval Akbar Rafliandi (kiri), menjalani sidang agenda putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) -Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu, sebanyak 9 poket, yang dijual kembali, 3 poket dipakai untuk pesta sabu bersama komplotan budak sabu. Sabu dibeli dari Masoto (buronan polisi), diranjau di daerah Suramadu, dengan para Terdakwa I-Dhany Fassandany bin Joko Wrintomo, Terdakwa II-Rizal Alek Permana Putro bin Asim,Terdakwa III-Noval Akbar Rafliandi bin Slamet Mulyadi.

Sidang digelar di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call.

Sidang agenda putusan yang dibacakan Ketua Hakim, Suparno, mengadili, menyatakan para Terdakwa Dhany Fassandany, Rizal Alek Permana Putro, Noval Akbar Rafliandi, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum membeli, menerima, dan menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I.

”Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika."

"Menjatuhkan pidana terhadap Para Terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 6 tahun dan 6 bulan serta pidana denda masing-masing Rp1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani para terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan,
memerintahkan para terdakwa tetap berada dalam tahanan."

Menetapkan barang bukti, 1 (satu) buah mainan bola plastik kecil warna kuning, di dalamnya berisi 4 poket sabu dengan berat Netto: (0,146 Gram, 0,181 Gram, 0,168 Gram, 0,173 Gram) berat total netto 0,668 Gram.
1 (satu) kotak brankas kecil berisi 1 (satu) bendel klip plastik kosong.
1 (satu) unit handphone merk Oppo,
1 (satu) unit handphone merk Iphone,
dirampas untuk dimusnakan.
Uang tunai Rp100.000, dirampas untuk negara.

Putusan hakim lebih ringan dari
tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, yang menuntut para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 7 tahun 8 bulan, dan Denda Rp1 Miliar, Subsider 1 tahun penjara.

Terhadap putusan hakim, Ke 3 (tiga) terdakwa yang di dampingi penasehat hukumnya, menyatakan,  mengajukan banding. "Kami akan mengajukan Banding yang mulia," ucapnya.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Penangkap anggota Polisi, Saksi Darul Syah menerangkan,  bahwa awalnya informasi masyarakat adanya peredaran sabu di Jalan Banyuurip Kidul Gang IV-A No. 53B, di Rumah Terdakwa Rizal Alex. "Kami bersama tim menangkap para terdakwa di rumah Jalan Banyuurip Kidul Gang IV, mengedarkan sabu, sebagian telah dijual, kita menemukan 4 poket sabu dan HP, sudah terjual 2 poket," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, para terdakwa membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, hari Sabtu, 13 Januari 2024, Jam 01:48 Wib, Terdakwa I, Dhany Fassandany menghubungi Terdakwa II Rizal Alek Permana, untuk titip dibelikan sabu seberat 1 Gram kepada Masoto (buronan), seharga Rp1 juta. Masoto (DPO) menyanggupi. Keesokan harinya Minggu, 14 Januari 2024, Jam 10:00 Wib, Terdakwa Dhany dan Terdakwa Rizal Alek menuju ke Indomaret Jalan Arjuno mentransfer uang Rp1 juta kepada Masoto (DPO).

Selanjutnya, Terdakwa Dhany dan Rizal menuju daerah Suramadu untuk mengambil sabu 1 Gram sistem ranjau di sisi turunan Jembatan Suramadu. Setelah berhasil mendapatkan barang tersebut, Terdakwa Dhany dan Rizal bergegas menuju rumah Terdakwa Rizal Alek Permana di Jalan Banyu Urip Kidul Gang IV-A, No. 53B, RT. 003 - RW. 003, Kelurahan Banyuurip, Kecamatan  Sawahan, Surabaya, untuk konsumsi sabu bersama-sama. Tersisa 6 poket sabu, sebelumnya sebanyak 9 poket yang disimpan oleh Terdakwa Dhany di dalam bola plastik kecil warna kuning di dalam syal berada di dinding kamar Terdakwa Rizal.

Selanjutnya, Selasa, 16 Januari 2024,  Jam 02:00 Wib, terdakwa III Noval Akbar Rafliandi atas perintah Terdakwa Dhany untuk kirim sabu 1 poket ke Reza (DPO) di depan gang rumah Terdakwa Rizal dan menerima uang Rp200 ribu. Selanjutnya menyerahkan kepada Terdakwa Dhany. Masing-masing terdakwa memberikan pesanan sabu ke pelanggan mendapatkan untung Rp400 ribu, jika barang laku terjual dan gratis mengkonsumsi sabu bersama-sama.

Selanjutnya, pada hari Selasa,16 Januari 2024, Jam 09:00 Wib, Saksi Darul Syah dan Saksi Leynisstyawan Octavi, melakukan penangkapan terhadap terdakwa I Dhany, Terdakwa II Ruzal Alek Pemana Putro dan Terdakwa III Noval Akbar Rafliandi. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa, 1 mainan bola plastik kecil kuning berisikan 4 poket sabu ditemukan didalam sebuah syal digantungan dinding kamar, 1 kotak brankas kecil berisi 1 bendel klip plastik kosong diatas rak buku dalam kamar dan uang Rp1.000.000, 1 unit handphone merk Oppo, 1 unit handphone merk Iphone di dalam rumah terdakwa II Rizal Alex Permana Putro. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper