suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli Sabu ke Does DPO, Billy Andriawan Dihukum 5,5 Tahun Bui, Denda Rp1 Miliar, Nyatakan Banding

Foto: Terdakwa Billy Andriawan (kiri atas) dan PH, Sudjai dari LBH Lacak, dengan agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Billy Andriawan (kiri atas) dan PH, Sudjai dari LBH Lacak, dengan agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika seberat 1/4 (seperempat) Gram, seharga Rp350 ribu, yang akan dipakai sendiri, membeli melalui kurir Sulaiman, di dapat dari Does (DPO), dengan Terdakwa Billy Andriawan bin Mukayun, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim,  Arwana, mengadili, menyatakan,  Terdakwa Billy Andriawan terbukti bersalah melakukan tindak pidana,
tanpa Hak membeli dan menjual Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," dalam dakwaan pertama Penuntut Umum.

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Billy Andriawan, berupa pidana penjara selama 5 Tahun, 6 bulan, denda Rp1 Miliar, Subsider 3 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan masa penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti, 1 (satu) poket kecil sabu dengan berat netto  0,185 Gram, 2 (dua) unit HP merk Vivo tipe Y-15 hitam dan merk Readme tipe 3S gold, digunakan dalam perkara Terdakwa Sulaiman. 

Putusan hakim lebih ringan dari
tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robiatul Adawiyah dari Kejari Tanjung Perak, yang menuntut Terdakwa Billy Andriawan dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 8 bulan, dan denda Rp1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim, Terdakwa Billy Andriawan yang di dampingi Penasehat Hukumnya, Sudjai dari LBH Lacak, mengajukan Banding. 
"Kami akan mengajukan Banding yang mulia," ujarnya.

Diketahui, Terdakwa Billy Andriawan  bersama Yusup (DPO), patungan Rp200 ribu'an untuk membeli 1/4 (seperempat) Gram sabu untuk dikonsumsi bersama-sama.
Kemudian, pada Senin, 19 Februari 2024, Jam 22:00 Wib, terdakwa menghubungi Sulaiman lewat Whatsapp, mengatakan, “Mas saya pesan seperempat” dijawab “Ya mas nanti ketemu dimana" terdakwa mengatakan “Ya nanti ketemu di Apotek Berlian Jalan Perak Barat” di jawab Sulaiman “Oke ditunggu mas”.

Selanjutnya, Jam 23:00 Wib, di lapangan Sawah Pulo Semampir Surabaya, Sulaiman memberikan sabu pesanan terdakwa di Does (DPO), mengatakan, “Cak ambil supra” kemudian Sulaiman menyerahkan uang Rp350 ribu.
Sulaiman mendapat 1 poket kecil, Sulaiman mendapat untung 50 ribu.
Sulaiman memberi tahu ke Terdakwa kalau sabu sudah ada, dan bertemu di depan Apotek Berlin 5, Jalan Perak Barat 141, Kelurahan Perak Barat,  Kecamatan Krembangan, Surabaya, terdakwa menerima 1 poket sabu.

Selanjutnya, Jam 00:15 Wib, saat terdakwa akan mentransfer uang ke Sulaiman, terdakwa ditangkap Saksi Budi Ariawan dan Saksi Djunaedi, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 poket sabu seberat 0,185 Gram, berada di bawah kaki terdakwa sebelumnya terdakwa pegang kemudian terdakwa jatuhkan ke bawah kaki saat petugas datang, 1 handphone merk Vivo tipe Y-15 hitam
dan 1 handphone merk Redmi tipe 3S gold. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper