suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tipu Uang Sewa Apartemen Anderson Rp28 Juta, Ana Maghfiroh Dihukum 22 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana (kiri bawah) dan Saksi Korban Diah Ajeng Belawati dan Ridlon Mustafa, dengan agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana (kiri bawah) dan Saksi Korban Diah Ajeng Belawati dan Ridlon Mustafa, dengan agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, melakukan penipuan dengan berpura-pura bisa mengurus sewa 1 unit Apartemen Anderson, setelah dibayarkan Rp34 juta, agar bisa cepat menempati, justru Saksi Korban Diah Ajeng Belawati baru 2 bulan menempati diusir oleh pengelola apartemen.  Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana binti Sunandar Sultan Magribi berhasil menipu uang sewa sebesar Rp28 juta. Sidang digelar di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call. Rabu ,(12/6/2024).

Sidang dengan agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim,  Khadwanto, mengadili, menyatakan,  Terdakwa Ana Maghfiroh alias Neyna alias Nuna alias Ana terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan.  "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP sebagaimana dalam Surat Dakwaan Pertama."

"Menjatuhkan pidana terhadap Ana Maghfiroh Alias Neyna Alias Nuna Alias Ana dengan pidana penjara selama 1 Tahun 10 Bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan selama dalam tahanan.  Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan."

Menetapkan barang bukti
seluruhnya, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Putusan hakim lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nurhayati dari Kejari Surabaya, yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.

Diketahui, Minggu, 3 Desember 2023, Jam 07:54 Wib, di kamar kos di Waterfront Kozko BC-10, Citraland Surabaya, Terdakwa Ana Maghfiroh bertemu Saksi Diah Ajeng Belawati.  Diah ingin mencari apartemen, Terdakwa Ana menawarkan Diah untuk menyewa apartemen tipe 1 BR di Apartemen Anderson 33-08, harga sewa Rp44.600.000/1 tahun. Sehingga Diah berminat menyewa apartemen tersebut.

Selanjutnya, Selasa, 5 Desember 2023, Saksi Diah Ajeng Belawati transfer uang Rp10.000.000, ke rekening terdakwa sebagai DP sewa. Kamis 7 Desember 2023, terdakwa menghubungi Saksi Diah, mengatakan jika cepat melunasi, bisa cepat menempati unit apartemen tersebut. Pada Senin, 11 Desember 2023, karena percaya ucapan terdakwa, Saksi Diah melunasi uang sewa dengan mentransfer ke terdakwa uang Rp34.600.000.

Saksi Diah Ajeng Belawati dihubungi terdakwa kalau belum bisa menempati apartemen karena masih ada penyewa harian. Terdakwa menjanjikan bisa memasuki hari Rabu 27 Desember 2023. Namun, pada hari Rabu terdakwa kembali menghubungi Diah mengatakan belum bisa masuk apartemen karena masih kotor dan masih ada penyewa harian hingga 31 Desember 2023. Saksi Diah baru bisa masuk dan menempati Apartemen Anderson unit 33-08 Lontar Surabaya pada 1 Januari 2024.

Kemudian, Sabtu 17 Februari 2024, Saksi Diah Ajeng Belawati dihubungi Saksi Ivana Marketing (agen broker) terdakwa menyewa 1 unit apartemen tipe 1 BR di Apartemen Anderson 33-08 melalui Saksi Ivana 1 tahun.  Terhitung mulai 1 Januari 2024 hingga 1Januari 2025, nilai Rp78.000.000, pembayaran setiap bulan Rp6.500.000. Terdakwa hanya membayar sewa selama 2 bulan, terdapat surat perjanjian menyewa apartemen yang ditandatangani terdakwa selaku pihak kedua dan Saksi Ivana marketing dengan pihak pertama Anggelina Cornelia, selaku pemilik apartemen.

Akibat perbuatan terdakwa,
Saksi Diah Ajeng Belawati mengalami kerugian Rp28.600.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper