suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kepala Toko Apollo Gadget Gelapkan 80 Unit HP Senilai Rp286 Juta, Joize Marchelina Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Joize Marchelina (kiri jilbab)), Brenda Saksi splitzing (tengah), dan tiga orang saksi (kanan), di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Joize Marchelina (kiri jilbab)), Brenda Saksi splitzing (tengah), dan tiga orang saksi (kanan), di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, penggelapan 80 unit HP, senilai Rp286 Juta, yang terdapat di Toko Apollo Gadget Store, Jalan Kapas Krampung 124-B Surabaya, dilakukan oleh karyawan dalam sendiri, dijual dibawah harga dengan cara COD. Kini Terdakwa Joize Marchelina jadi pesakitan. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Djoenaidie, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call, Selasa (11/06/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siska Christina dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Joize Marchelina, melakukan tindak pidana, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang seluruhnya atau sebagian, kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 374 KUHPidana."

Selanjutnya, JPU menghadirkan tiga orang saksi dipersidangan, yakni,
Calvin pemilik toko, Nico Stenly Yoshua dan Arenal sebagai karyawan toko.

Calvin mengatakan, "Saya mengenal terdakwa sebagai kepala toko, adanya penggelapan barang handphone yang keluar dari Gudang, namun tidak ada nota penjualan,dan uang tidak disetorkan ke kasir atau Toko, HP yang diambil 80 unit berbagai merk, berkurangnya stok, uang tidak masuk sekitar Rp. 280 Juta," terang saksi.

"Kapan tahunya barang di toko stok berkurang," tanya hakim.

"Saat tim kantor sedang stok online, terdapat kejanggalan kurang stok, sekitar 280 juta, lalu kita audit, benar adanya,awalnya kita tanyakan ke Terdakwa Joize dulu lalu merambat ke temannya Brenda.," terangnya.

"Bagaimana cara mengambilnya dan menjualnya," tanya hakim Lagi.

"Dilakukan penjualan secara COD, dijual ke toko ponsel Sidoarjo, harganya dibawah toko. Dia menjual sepertinya gali lubang tutup lubang, 5 HP yang saya dapatkan di toko ponsel Sidoarjo, menjual berapa kali saya tidak tahu, dan tidak ada etika untuk mengembalikan uang," jelas saksi.

Saksi Nico Stenly mengatakan, "Kami lakukan audit pengeluaran barang, tapi gak ada fisik HP nya,memang belum dibuatkan nota, dijual tanpa sepengetahuan kantor," katanya.

Saksi Arenal mengatakan, "Saya mengenal Joize, sebagai Kepala toko tempat saya bekerja, kalau melihat Joize ambil HP tapi tidak membayar, saya belum pernah melihat," jelasnya singkat.

Saksi Brenda (berkas perkara terpisah/splitzing), mengatakan, "Joize sebagai kepala toko, cara menggelapkan dijual dibawah harga,di Sidoarjo, disetorkan tapi kurang, karena dijual dibawah harga, Joize 30 HP, saya 7 HP," terangnya.

Terhadap keterangan teman kerjanya Brenda yang juga menjadi terdakwa dalam perkara ini, Terdakwa Joize mengatakan kalau barang yang dibawa hanya yang di etalase, bukan dari Gudang. "Yang saya ambil hanya HP yang dietalase yang mulia, bukan yang di gudang," pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan Selasa, 25 Juni 2024, dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui, Terdakwa Joize Marchelina bekerja di Apollo Gadget Store, usaha penjualan Gadget di Jalan Kapas Krampung 124-B, Surabaya sejak 15 Agustus 2022, sebagai Kepala Toko Store Manager, dengan gaji Rp3.750.000 per bulan.

Dengan tugas melakukan penjualan, membuat nota, menerima pembayaran dari pelanggan, menyetorkan langsung ke teller jika pembayaran tunai, jika pembayaran secara transfer melalui rekening perusahaan atau pemilik toko, melakukan stok opname seminggu sekali, memonitor penjualan masing-masing merk.

Sekitar Bulan November 2023,
terdakwa telah menjual 30 unit handphone merk Oppo, Vivo, Samsung dan Realme, total harga Rp100.000.000. Namun, terdakwa tidak membuatkan nota print pengeluaran barang dan uang tidak disetorkan ke kasir Apollo Gadget Store.

Pada 4 Januari 2024, Saksi Irwan Harianto, Direktur PT. Apollo Mandiri Sejahtera meminta Saksi Nico Stenly Yoshua, S.Ei dan Saksi Kharisma Choirun Nissa untuk melakukan audit. Sebab, sejak 4 Desember 2023 lalu,  terdakwa tidak masuk kerja tanpa keterangan dan ditemukan 78 unit handphone telah keluar dari gudang.  Namun, tidak ada nota dan uang pembayaran dengan total Rp270.922.000, tidak disetorkan ke Apollo Gadget Store. Terdapat nota penjualaan 3 unit handphone Rp7.877.00, uang tidak disetorkan dan 3 unit handphone terjual kurang setor Rp400.000, kepada Apollo Gadget Store.

Terdakwa mengakui uang yang tidak disetorkan kepada Apollo Gadget Store digunakan untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan Terdakwa Joize Marchelina, Apollo Gadget Store mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp286.199.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper