suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

ART Asal Surabaya Curi Perhiasan Majikannya Senilai Rp45 Juta, Nur Ratipah Diadili

Foto: Terdakwa Nur Ratipah (kiri), dan Saksi Korban Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma (kanan), dengan agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Nur Ratipah (kiri), dan Saksi Korban Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma (kanan), dengan agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) -Sidang perkara pidana pencurian perhiasan yang diletakkan dalam kotak perhiasan di dalam lemari kamar, berupa 4 cincin emas, 1 gelang emas dan kalung dengan liontinnya, milik Saksi Frendy Victor Silalahi, perhiasan tersebut digasak oleh ART nya, sehingga Saksi Frendy merugi Rp45 juta, dengan Terdakwa Nur Ratipah binti Durahman, warga Jalan Demak, Pendidikan SD, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Silfi Yanti Zulfia, diruang Kartika 2 di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call, Rabu, (26/6/2024).

Dalam agenda dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Nur Ratipah, melakukan tindak pidana, mengambil barang sesuatu, seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP."

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Korban Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma, Frendy mengatakan,  bahwa mengenal dengan terdakwa karena menjadi ART dirumahnya,
"Saya mengenal terdakwa karena dia bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di rumah saya, awalnya kecurigaan itu saya kehilangan kunci kamar, biasanya di centelkan dekat AC, setelah kita pakai kunci serep, saya masuk ke kamar kita cek lemari pakaian perhiasan dalam. Kotak sudah tidak ada semua, awalnya terdakwa mengatakan tidak tahu," jelasnya.

"Saya coba datangi rumahnya, saya tanya kamu ambil apa, tetap dikatakan tidak tahu, masih saya kasih kesempatan, dia tetap bekerja dirumah saya, akhirnya dia mengaku, saya kehilangan 4 cincin dan 1 gelang emas kado pernikahan dan kalung dengan liontin, kerugian saya Rp45 juta," tambah saksi.

"Dimana perhiasan itu sekarang yang kamu curi," tanya hakim.

"Saya jual ke Pasar Wonokromo seharga Rp9 juta, uangnya saya buat kirim ke Cianjur Rp3 juta, beli baju Rp1,7 juta, beli beras, beli pempers, untuk pengobatan, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari," jawabnya.

Sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan, dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui, karena kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan keluarga, Terdakwa Nur Ratipah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada keluarga Saksi Frendy Victor Silalahi, di rumah Jalan Karah Indah I Blok A/15 Surabaya. Melihat dalam lemari pakaian kamar tidur Saksi Frendy terdapat perhiasan tersimpan dalam kotak perhiasan, muncul niat terdakwa untuk mengambil dan memiliki perhiasan tersebut.

Selanjutnya, Senin, 25 Maret 2024, Jam 10:00 Wib, terdakwa masuk dalam kamar berpura-pura hendak memasukkan baju bayi kedalam lemari. Saksi Frendy Victor Silalahi dan istrinya di luar kamar, terdakwa membuka lemari pakaian, memasukkan baju bayi, terdakwa mengambil perhiasan berupa 4 buah cincin dengan berat bervariasi, 1 gelang emas kado pernikahan dan 1 kalung dengan liontin, berat total 12,4 Gram dari dalam kotak perhiasan tanpa seijin Saksi Frendy Victor Silalahi selaku pemiliknya.  Memindahkan perhiasan tersebut dalam saku jaket yang dikenakannya.

Setelah berhasil mengambil perhiasan tersebut, terdakwa pergi dari rumah Saksi Frendy Victor Silalahi, kemudian terdakwa menjual seluruh perhiasan ke pedagang emas di Pasar Wonokromo dengan harga Rp9.000.000. Uang tersebut digunakan untuk dikirim ke keluarga di Cianjur Rp3.000.000, beli baju Rp1.700.000, beli beras Rp400.000, beli pempers Rp525.000, bayar angsuran bank Rp3.000.000, sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Frendy Victor Silalahi mengalami kerugian Rp45.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper