suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Disorot, Dua Paket DD Proyek Rabat Beton di Desa Buker Sampang Diduga Tak Dikerjakan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

SAMPANG, (suara-publik.com) -- Kinerja pejabat Pemerintah Desa Buker Sampang saat ini disorot. Pasalnya, dua (2) paket kegiatan proyek infrastruktur rehabilitasi jalan di Desa Buker diduga kuat tidak dikerjakan. Padahal, tahun ini sudah memasuki masa penghujung tahun 2024.

Proyek infrastruktur perbaikan jalan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahap 1 tahun 2024 sebesar Rp 212.872.600 terbagi dua kegiatan. Pekerjaan ini berlokasi di Dusun Galisan Bangoi 1 dan Dusun Bangoi 3 Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura.

informasi yang dihimpun oleh media ini menyebutkan, bahwa ada dua (2) paket kegiatan pembangunan jalan rabat beton belum dikerjakan. Kedua paket tersebut berada dilokasi yakni, di Dusun Galisan Bangoi 1 dengan nilai anggaran senilai Rp86.338.600 dan di Dusun Bangoi 3 sebesar Rp126.534.000. Kedua paket ini ditotal bernilai sebesar Rp212.872.600.

Ilyas selaku PJ Kades Desa Buker yang baru 3 bulan menjabat mengungkapkan, bahwa dua paket kegiatan pembangunan jalan rabat beton tersebut ada dugaan kuat tidak dikerjakan

"Iya mas ada dua kegiatan pembangunan jalan rabat beton di desa Buker tahap 1 sampai saat ini belum dikerjakan, kalau dananya sudah dicairkan akan tetapi tidak ada pekerjaan," ungkapnya

Akibatnya, pihaknya selaku PJ Kades baru saat ini ada kendala keterlambatan untuk pengajuan dana desa (DD) untuk tahap II. Akan tetapi kata Ilyas, terkait dua kegiatan pembangunan jalan rabat yang ditemukan tidak dikerjakan itu, dirinya melayangkan surat teguran kepada PJ Kades, Sekdes, Bendahara Desa Buker yang sebelumnya untuk segera dikerjakan. Surat teguran itu papar Ilyas, pihaknya menyampaikan kepada bendahara Desa Buker untuk di sampaikan ke PJ Kades yang lama.

Surat teguran tersebut kata dia, menindaklanjuti surat dari Kecamatan Jrengik pemberitahuan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) bahwa, berdasarkan hasil Monev yang dilakukan oleh tim verifikasi Kecamatan Jrengik dan Pendamping Desa serta Pendamping Lokal bahwa ditemukan dua pekerjaan infrastruktur pembangunan jalan rabat beton yang belum dikerjakan dan diselesaikan sampai saat ini.

"Iya benar mas, kita sudah melayangkan surat teguran kepada PJ Kades, Sekdes, dan Bendahara yang lama untuk segera menyelesaikan pekerjaan rabat beton itu. Surat teguran itu saya berikan ke Bendaharanya. Sebab, akibat dari dua kegiatan itu tidak dikerjakan kita ada kendala keterlambatan pengajuan pencairan Dana Desa untuk tahap II," kata PJ Kades Buker Baru, Ilyas kepada media ini.

Lebih lanjut Ilyas menjelaskan, bahwa perihal surat teguran yang Ia layangkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat balasan dari pihak PJ Kades yang lama kepada dirinya (Ilyas) selaku PJ Kades yang baru.

"Kalau pekerjaan itu memang dikerjakan, seharusnya dia kan berkirim surat ke saya. Memberitahu bahwa proses pekerjaan DD tahap satu itu dikerjakan atau tidak," jelasnya.

Disisi lain, Ahmad Arif Maulidi selaku PJ Kades Lama Desa Buker, saat dikonfirmasi media ini menyampaikan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima surat teguran dari Ilyas selaku PJ Kades Baru. Namun, pihaknya hanya menerima surat dari Kecamatan Jrengik.

"Kalau dari kecamatan ada, kalau dari desa saya belum menerima," paparnya.

Namun, terkait pekerjaan dua proyek pembangunan jalan rabat beton tersebut pihaknya (PJ Kades lama) tidak menampik bila belum dikerjakan.

"Iya masih belum dikerjakan, saya pasrahkan kepada bendaharanya langsung. Saya cairkan dan saya pasrahkan tolong supaya cepat dikerjakan saya mantau, kalau uangnya ada di bendahara. Makanya saya selaku PJ nya, saya menuntut untuk dikerjakan, kalau uangnya ada di saya ya pasti saya kerjakan," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya selaku PJ Kades Lama berjanji akan segera menyelesaikan dua (2) paket pekerjaan pembangunan fisik jalan rabat beton tersebut.

"Akan dikerjakan harus itu, tapi menurut bendaharanya katanya saat ini sudah proses pekerjaan pengiriman bahan, bahan itu dari kemarin sudah ada disana. Tapi untuk masuk itu tidak bisa jadi di drop diluar. Itu nanti dikerjakan," pungkasnya. (Lex)

Editor :