suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Butuh Duit Buat Mudik, Satpam Proyek TP 6 Curi Besi Ulir Excafolding

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA – SUARA PUBLIK. Berdalih butuh Uang buat tambahan pulang kampung (mudik) Baitul Aman( 22) dan kawannya Ade Sujarwanto(21) melakukan tindakan melanggar hukum ditempat bekerjanya. Ibarat pagar makan tanaman, dua pemuda yang bertugas sebagai sekuriti ini diam-diam malah embat bulir besi proyek Tunjungan Plasa 6 di Jalan Embong Malang.

Akhirnya, Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya berhasil mengamankan keduanya Selasa (28/6) malam saat hendak kembali beraksi. Dua pemuda asal Lobuk Pademangu Pamekasan akhirnya dilaporkan oleh penanggungjawab proyek yang kesal lantaran kerap kehilangan besi ulir Excafolding-nya.

Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto mengungkapkan bahwa penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan dari penanggungjawab Proyek TP 6. Pihak manajemen mencurigai adanya ulah orang dalam. Menanggapi laporan tersebut Unit Opnal Polsek Tegalsari diterjunkan untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di Proyek tersebut.

”Keduanya merupakan Security yang bertugas mengawasi Proyek yang sedang dilaksanakan di lokasi kejadian. Tapi malah menyalahgunakan kewenangan mereka bukannya menjaga kewajibannya malah mencuri,” ungkap Noerijanto.kamis(30/06).

Hasilnya, benar saja. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang security yang sedang bertugas ini kerap terjadi kehilangan. Tapi keduanya dicurigai lantaran tak mengetahui adanya kasus pencurian yang terjadi di lokasi tersebut.

Setelah diinterogasi kedua satpam tersebut akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu Glangsing Berisi Jackbass atau Besi Ulir Excafolding dari tangan kedua pelaku. Keduanya biasa menggunakan satu Unit Sepeda Motor Matic Merk Yamaha Mio Nopol M-6350-BK yang diduga digunakan sebagai sarana aksinya oleh kedua pelaku.

Kini Kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tegalsari guna proses pengembangan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif yang digunakan pelaku dan lokasi penadah tempat barang bukti tersebut dijual. ”Pengakuan sementara ini tersangka butuh uang untuk tambahan sebelum pulang kampung merayakan lebaran,” pungkas "Noerijanto.(TOM)

Editor :