Surabaya - SUARA PUBLIK. Para pelaku kejahatan dikota
Surabaya semakin mengila tidak mengenal waktu dan korbannya. Seperti halnya
siang tadi seorang pelaku jambret apes bernama Teguh Pramono (29) kuli bangunan
asal Lumajang. Babak belur setelah tertangkap dihajar masa usai menjambret
kalung milik korban Nurul Halisa (12) warga manyar sebrangan di Jalan.
Mleto Surabaya.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 11:00 wib saat pelaku mengendarai Yamaha
Jupiter Z biru hitan DK 4876 XL melintas di Jalan Mleto. Teguh melihat korban
Nurul Halisah mengendarai sepoda motor Supra x 125 yang berboncengan dengan
kakaknya Indah Mardiana. Pelaku langsung memepet korban dan langsung menarik
kalung Liontin seharga 1,5 juta.
Secara spontan korban langsung berteriak ” Maling “, teriakan bocah perempuan
yang masih duduk di bangku SMP tersebut mengundang perhatian orang disekitar
lokasi. Akhirnya korban bersama orang disekitarnya langsung mengejar pelaku.
Tidak disangka pelaku kabur ke daerah perumahan Tompo Tika dan menemui jalan
buntu, warga yang geram dengan ulah para penjahat jalanan yang meresahkan
akhirnya beramai-ramai menghadang dan menghakimi pelaku hingga babak-belur.
Untungnya ada petugas keamanan perumahan dengan petugas polsek sukolilo yang
sedang jaga langsung mengamankan pelaku.
” Pelaku kami amankan ke Polsek Sukolilo beserta barang bukti untuk dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut,” ungakap Kanit Reskrim Polsek Sukolilo AKP Simon.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan polisi menemukan satu poket
sabu di saku pelaku. ” untuk narkobanya kami masih mengembangkan, sementara
kami fokus ke kasus 365 dulu,” kata Simon.
Polisi juga mengamankan barang bukti, berupa satu buah unit sepeda motor Yamaha
Jupiter Z biru hitam DK 4876 XL, satu poket sabu seberat 0,7 gram dan perhiasan
kalung emas hasil kejahatannya. (TOM)
Editor : Pak RW