Surabaya - SUARA PUBLIK. Anggota satuan Polisi Pamong PraJa
(satpol pp) pusat Surabaya, jum'at (15/07) berduka. Pasalnya salah satu anggota
SATPOL PP yang bernama Deried Anugrah Setia Budi (32) asal jln Mojo Gg.5 no.14.
Pagi tadi sekitar 10.00 wib menghembuskan nafas terakhir setelah tersambar
Kereta Api (KA) komuter di jalan Siwalan Kerto Surabaya depan Kantor
Golkar Jawa Timur pada saat membersihkan bekas lapak lapak pedagang kaki lima.
Korban yang sudah mempunyai istri dan satu anak ini bertugas dan menjadi Anggota
Satpol pp sejak 2015 lalu. Pagi tadi sedang melakukan kegiatan pembersihan sisa
lapak-lapak bekas pedagang kali lima di wilayah sekitan rel Siwalankerto
bersama rekan di team Judge Bao Pol PP Kota Surabaya.
Korban yang mau menyebrang tanpa disengaja dari arah belakang ada KA Komuter, padahal
saat itu tim satu regu korban, sudah mengingatkan dan memberi isyarat kalau ada
KA mendekat.
Tetapi korban seakan tidak mendengar dengan isyarat dan teriakan para teman
satu tim korban. Akhirnya korban tersambar KA dan terpental dengan luka parah
di bagian belakang kepala korban juga tulang ekornya patah. Lalu korban di bawa
ke RS. Bhayangkara Polda Jatim. setelah beberapa menit mendapat perawatan
Korban meninggal Meninggal dunia.
"Seminggu yang lalu kakak saya menyatakan akan memasukkan saya menjadi Pol
PP. Karena tahun ini saya akan lulus sekolah S1 Akper, namun ternyata itu
firasat, tambah Didit Wahyu (23) adik ketiga korban.
Didit menambahkan, setelah 40 hari meninggalnya kakak, saya akan masuk menjadi
Anggota Pol PP sesuai janji dari Kasatpol PP saat mendatangi rumah untuk
menyatakan berbelasungkawa.
Sementara paman korban yang bernama Adi Santoso menyesalkan tentang tidak
adanya pihak dari PT KAI yang mendatangi keluarga korban untuk menyatakan
berbela sungkawa atas meninggalnya korban.(TOM)
Editor : Pak RW