Surabaya -SUARA PUBLIK. Rabu 27/07/2016 sekitar pukul 07.30
wib warga Bronggalan dikejutkan dengan sebuah tas berwarna hitam yang diduga
berisi Bom. Namun apa yang terjadi setelah Tim Gegana Polda Jatim sudah melakukan
pengecekan lebih lanjut. Setelah dilakukan pengecekan ternyata, kotak yang
dikira berisikan bom itu, isinya seperangkat kosmetik. Namun memang di dalamnya
ada rangkaian kabel dan batre.
Seluruh warga yang berada disekitar lokasi kemudian diseterilkan. Disuruh
menjauh sekitar 50 meter dari TKP. Tim gegana kemudian melakukan foto X ray
Dari pengecekan.
Tim gegana dengan berpakain rompi anti bom dan alat lengkap kemudian kembali
mendeteksi kotak yang diduga bom itu. Tak lama, tim Gegana Polda Jatim
memundurkan garis polisi. Warga lagi-lagi disuruh menjauh.
Dari situ, tim gegana mengeluarkan alat yang diketahui adalah alat Distrapter.
Selang beberapa menit kemudian, tim gegana kembali mendekat ke kotak itu.
Ternyata, alat tersebut adalah alat yang diketahui sebagai alat bantu
penguraian.
Tim gegana kembali menghimbaukan kepada seluruh warga untuk menjauh. Searah kemudian,
dengan hitungan detik, alat tersebut diuraikan tepat ke arah kotak itu.
"Blemmm" suara kotak itu kemudian meledak.
Bekas kotak yang sudah diledakkan itu, kemudian langsung diamankan. Terlihat
tim Gegana Polda Jatim dan tim Inafis Polrestabes Surabaya membersihkan bekas
kotak itu dan dimasukkan ke sebuah tas hitam.
Hingga saat ini, seluruh tim dari Gegana Polda Jatim, Inafis Polrestabes
Surabaya dan Polsek Tambaksari sudah terlihat meninggalkan lokasi. Dan warga
pun akhirnya tenang dari teror yang diduga bom tersebut. Petugas membawa benda
yang diduga bom untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolsek Tambaksari, Kompol Sofwan mengatakan, TKP di
Bronggalan 2-A No. 49 yang diketahui (rumah Pak Yadi, penjual daging di pacar
keling) Tambaksari Surabaya ini, diketahui pertama kali oleh warga yang habis
dari Musholla. Kemudian warga melapor ke Polsek Tambaksari.
Mendapat laporan itu, pihaknya kemudian langsung mendatangi TKP. "Ada 5-6
orang dan menemukan kotak tersebut. Rumah dalam keadaan terkunci. Ditemukan
oleh warga sekitar pukul 04.30 Wib, ketika dari musholla," kata Sofwan.
Kemudian, mendapati itu Kompol Sofwan langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana
Polda Jatim. Dan setelah dicek hampir sekitar 2 jam. Tim gegana lalu
mensterilkan warga. Kemudian tim Gegana mengeluarkan rangkaian Distraptor
dengan alat Distrapter yakni diketahui alat bantu
penguraian."Pungkasnya.(TOM)
Editor : Pak RW