suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Klaim Pasokan BBM Subsidi Aman, Pertalite di SPBU Menganti Gresik Justru Kosong, Warga Pertanyakan Pendistribusian

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) – Pernyataan PT Pertamina Patra Niaga yang memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di seluruh wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi di media ini kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi di lapangan menunjukkan adanya keterlambatan pasokan BBM subsidi jenis Pertalite di salah satu SPBU di Kabupaten Gresik yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah guna memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan penjualan yang telah ditetapkan.

Menurut Ahad Rahedi, realisasi penyaluran BBM subsidi di Jawa Timur untuk produk Biosolar bahkan telah melampaui 100 persen dari kuota berjalan, sedangkan Pertalite mencapai sekitar 96 persen. Pertamina juga mengklaim terus berkoordinasi dengan pemerintah dan melakukan percepatan distribusi guna mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga memastikan pemenuhan kebutuhan BBM subsidi di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Penyaluran BBM subsidi dipastikan sesuai peruntukan, kuota, dan titik layanan jual yang telah ditetapkan pemerintah," demikian pernyataan resmi yang disampaikan Pertamina beberapa waktu lalu.

Namun kondisi berbeda justru ditemukan di lapangan. Berdasarkan pantauan wartawan pada Sabtu (11/7/2026), SPBU 54.611.11 yang berlokasi di Jalan Raya Bringkang Nomor 127, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mengalami kekosongan stok BBM subsidi jenis Pertalite akibat keterlambatan pasokan.

Akibat tidak tersedianya Pertalite, sejumlah pengendara yang datang untuk mengisi bahan bakar terpaksa membatalkan pengisian dan mencari SPBU lain. Situasi tersebut memicu keluhan masyarakat karena Pertalite masih menjadi pilihan utama sebagian besar pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah seorang pegawai SPBU 54.611.11 yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa stok Pertalite telah habis sejak sore hari.

"Benar, Pertalite di sini habis sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk hari ini tidak ada kiriman ke sini. Mungkin besok baru datang," ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai konsistensi distribusi BBM subsidi di lapangan. Pasalnya, di saat Pertamina menyatakan pasokan aman dan mencukupi, masih ditemukan SPBU yang mengalami kekosongan stok sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Beberapa pengendara berharap Pertamina dapat meningkatkan pengawasan dan ketepatan distribusi BBM subsidi, khususnya di wilayah Gresik Selatan yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi. Mereka juga meminta agar keterlambatan pasokan tidak terjadi berulang karena berpotensi menimbulkan antrean maupun kepanikan di masyarakat.

Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan memastikan seluruh SPBU memperoleh pasokan sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi kekosongan stok di tingkat konsumen. Selain itu, transparansi informasi terkait jadwal pengiriman dan kondisi pasokan dinilai penting agar masyarakat tidak dirugikan akibat ketidakpastian ketersediaan BBM subsidi di lapangan. (74ck)

Editor :

Ukw pjs