suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SMP Swasta HFS Diduga Tolak Calon Siswa Baru, DPRD Surabaya Minta Dindik Turun Tangan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Surat penolakan dari Sekolah HFS (kiri) dan Anggota Komisi D, DPRD Surabaya, dr. Hj Zuhrotul Mar'ah (kanan), (foto: suara-publik.com)
Surat penolakan dari Sekolah HFS (kiri) dan Anggota Komisi D, DPRD Surabaya, dr. Hj Zuhrotul Mar'ah (kanan), (foto: suara-publik.com)

‎SURABAYA, (suara-publik.com) - Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD Kota Surabaya berkomitmen mengawal ketat jalannya SPMB agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan hak sekolah atau ditolak secara tidak adil.

‎‎Seperti halnya terjadi penolakan pendaftaran murid baru oleh SMP swasta dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di HFS (Happy Family School) Surabaya secara sepihak dan tanpa alasan jelas. Hal ini membuat wali murid baru ini kecewa.

‎‎Menurut Orang tua siswa baru, Ibu Ika Indriasari mengatakan, dirinya mendaftarkan anaknya ini berkat informasi dari pihak sekolah sebelumnya yakni GKS (Growing Kid School). "Lionnel anak yang tergolong cerdas. Kalau mau melanjutkan jenjang ke SMP nanti, bisa NSA atau HFS saja mom," tutur Ika menirukan ucapan guru SD anaknya.

‎‎Saat pendaftaran siswa baru, Ibu 40 tahun ini mendatangi sekolah lanjutan di SMP HFS untuk mendaftarkan anaknya. Saat itu, pihak sekolah meminta uang formulir pendaftaran sekolah. "Kami langsung diminta membayar formulir pendaftaran sekolah sebesar Rp350 ribu, tapi masih diobservasi," ujar Ibu 40 tahun yang berdomisili di Jalan Sedayu Surabaya ini. 

‎‎Kemudian, lanjut Ibu Ika, anaknya disuruh masuk untuk mengikuti observasi yang cukup singkat dan cepat. "Tesnya secara lisan cepat dan kilat, kata anak saya cuma ditanya jati dirinya saja," ungkap nya.

‎‎Masih Ibu Ika, keesokan harinya dari sekolah HFS memberikan jawaban via pesan WhatsApp, bila anaknya tidak diterima tanpa memberikan keterangan dan alasan yang jelas.

‎‎Ibu Ika juga meyakinkan bila anaknya tergolong anak yang patuh dan cerdas. "Bisa dicek bersama-sama hasil ujian anak saya nilainya bagus-bagus. Saya heran dengan HFS kenapa tidak diterima, ada apa sebenarnya ?" ujarnya keheranan. 

‎‎Sikap keheranan juga disampaikan oleh sebagian orang tua wali murid eks GKS. Ia mempertanyakan sikap pihak sekolah HFS sampai tidak menerima menjadi murid baru di SMP tersebut. "Kok aneh mom, alasannya apa ga diterima. Ini kan daftar sekolah SMP Swasta bukan kuliah di Universitas Negeri ? Apalagi ini membayar sendiri," kata salah satu wali murid mantan GKS yang masih aktif berkomunikasi.

‎‎Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar'ah mengatakan, persoalan penerimaan siswa baru sekolah SMP Swasta tidak ada aturannya. 

‎‎"Secara aturan SPMB itu tidak ada aturan sekolah swasta boleh atau tidak boleh menolak, itu tidak ada ketegasan. Yang dijadikan dasar untuk menolak itu biasanya satu karena pagunya sudah lebih," ucapnya, Selasa, (7/7/2026).

‎‎Saat ditanya apakah pihak sekolah SMP Swasta bisa dikatakan melakukan pelanggaran ? "Kalau untuk itu dikatakan pelanggaran atau tidak mestinya harus menurunkan tim dulu ya atau apa ya, kita kan tidak bisa melihat dari aduan. Jadi nanti pasti kalau misalnya ada hal yang seperti itu berarti ada laporan kan, nah dari laporan itu kan ada tindak lanjut, " tuturnya. 

‎‎Bila ada laporan lanjut Zuhrotul, pihaknya akan melakukan tindak lanjut dengan menurunkan tim dari Dinas Pendidikan Surabaya untuk melakukan investigasi. 

‎‎"Tindak lanjutnya seperti apa, ya kita dari dinas itu akan menurunkan orang," kata politisi dari PAN ini.

‎‎Sementara itu, melalui surat tertanggal 5 Juni 2026, dengan nomor: 0142/JH-HFS/VI/2026 menyebutkan, pihak HFS menyampaikan bahwa anak bapak/ibu belum dapat bergabung dengan Sekolah Happy Family School Junior High. Namun, dalam isi surat tersebut tidak menyebutkan alasan yang jelas.

‎‎Sayangnya, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan Surabaya, Ir Awang Wirawan, ST, MT belum memberikan tanggapannya karena masih dirundung kedukaan. (Vin)

Editor :

Ukw pjs