SURABAYA, (suara-publik.com) – Mengenalkan dunia pelabuhan kepada anak-anak tidak harus dilakukan secara formal dan kaku. Melalui kegiatan Portground Vol. 1, PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal peran pelabuhan, keselamatan, serta bahaya narkotika sejak dini.
Kegiatan yang digagas Pelindo TPK tersebut dilaksanakan di PT Terminal Petikemas Surabaya, Senin (6/7). Dalam pelaksanaannya, Pelindo TPK berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya guna memberikan pengalaman edukatif yang lebih komprehensif kepada peserta.
Portground Vol. 1 diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) serta kelas 7 dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Antusiasme terhadap program ini cukup tinggi. Dari kuota 50 peserta yang disediakan, tercatat sebanyak 555 anak mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak melihat langsung aktivitas di lingkungan pelabuhan. Mereka dikenalkan dengan fungsi dan peran pelabuhan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari arus distribusi barang, aktivitas peti kemas, hingga kontribusi pelabuhan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan Portground merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai peran strategis pelabuhan bagi perekonomian nasional.
“Pembentukan awareness sejak dini adalah investasi jangka panjang. Melalui Portground, kami ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta,” ujarnya.
Menurut Widyaswendra, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa edukasi kepelabuhanan memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak maupun orang tua.
Ia menilai pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga pengenalannya kepada generasi muda perlu dilakukan melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Selain mengenalkan dunia kepelabuhanan, Portground Vol. 1 juga menghadirkan edukasi mengenai bahaya narkotika yang disampaikan oleh BNN Kota Surabaya.
Kepala BNN Kota Surabaya, Heru Prasetyo, mengatakan pemahaman mengenai bahaya narkotika perlu diberikan sejak usia dini. Hal tersebut sejalan dengan program Kepala BNN RI, Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
“Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima,” kata Heru.
Sementara itu, BPBD Kota Surabaya memberikan edukasi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai keselamatan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Raff Yehezkiel Hutapea dari SD Bunga Bangsa Surabaya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
“Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal,” katanya.
Kesan positif juga disampaikan oleh orang tua peserta, Lysa Octaviani. Menurutnya, Portground menjadi alternatif kegiatan liburan yang edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, tentang bahaya narkotika dan keselamatan. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus dapat terlaksana sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia pelabuhan semakin luas,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara sektor kepelabuhanan, lembaga kesehatan, dan unsur kebencanaan, Portground Vol. 1 diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang membekas bagi peserta dalam mengenal pelabuhan, menjaga kesehatan, serta memahami pentingnya keselamatan sejak usia dini. (vin)
Editor : Redaksi