suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pos Kamling Dijadikan Sarana Perjudian, 4 Warga Ditangkap Polisi

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA Suara-Publik. Bila judi sudah jadi kebiasaan dan membudaya, tidak peduli tempat yang seharusnya di dihargai. Bahkan tempat yang dijadikan warga sebagai symbol keamanan, tetap saja dijadikan tempat sarana berjudi. Pos kamling harusnya jadi pertahanan pertama keamanan kampung. Tapi hal itu tidak berlaku bagi empat pria paruh baya Khadam Mutholib, Kensi Nova, Mochamaf Fachrul, dan Jumadi. Pos yang harusnya memberikan rasa aman bagi warga itu malah diubah jadi kasino dadakan.

Pos kamling jalan Dinoyo Baru jadi lokasi langganan mereka. Seperti kecanduan, keempatnya hampir berjudi tiap malam. Dengan remi dan dadu di tangan, keempat pekerja serabutan itu memperebutkan lembaran uang ribuan. Saking candunya, tiap kali bertemu, di acara apapun, judi selalu jadi kegiatan favorit mereka.

Seperti salah satu acara pernikahan di lingkungan tersebut minggu (2/10) lalu. Bukannya ikut berbahagia dengan pasangan yang sedang duduk di pelaminan. Khadam, Kensi, Fachrul dan Jumadi malah main judi. Tamu undangan dan warga sekitar yang geram dengan kelakuan mereka akhirnya lapor polisi.

Polisi yang dapat laporan saat itu menuju ke TKP. Sayangnya, sebelum polisi datang, perjudian itu sudah bubar. ''Kata warga mereka cerdik, selalu bubar kalau mau digrebek polisi,'' terang Panit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Abidin.

Polisi akhirnya balik kanan. Sadar pelaku perjudian sudah pulang, keesokan harinya Unit Reskrim Tegalsari datang lagi. Tak ingin gagal, beberapa polisi menyamar. Ada yang jadi tukang sapu, jadi penjual bakso, dan jadi tukang becak. Intinya, sebisa mungkin mereka berkamuflase agar para penjudi mau keluar untuk bermain lagi. ''Sasaran kami memang pos kamling disana, banyak laporan yang jadikan pos-pos itu sebagai kasino dadakan,''  lanjut Abidin.

Ketelatenan polisi berbuah hasil. Rabu (5/10) malam, keempat penjudi kelas teri itu akhirnya keluar sarang. Mereka lalu kumpul, duduk manis di depan pos kamping jalan Dinoyo Baru. Kartu dan dadu disiapkan, uang lembar ribuan dikeluarkan. Perjudian dimulai.

Polisi sengaja tidak langsung menangkap mereka. Para penjudi dibiarkan bermain terlebih dahulu. Bahkan, salah satu polisi sempat nimbrung dan ikut main judi bersama mereka. ''Tiga game bermain, barang bukti sudah terkumpul, langsung kita bekuk,'' tegas Abidin.

Tak bisa mengelak, keempat pelaku langsung diciduk dari pos kamling dan diamankan ke Mapolsek. Barang bukti seperti 1 set kartudan dadu dan uang senilai Rp 500 ribu disita.

Khadam mengatakan pos kamling disebut tempat yang aman untuk main judi. Sebab, polisi tidak akan curiga ada perjudian disana. ''Ternyata ketangkap juga akhirnya,'' tuturnya.

 Khadam, Kensi, Fachrul dan Jumadi harusnya senang. Mimpi mereka main judi dengan aman tercapai. Tidak sekedar pos kamling dengan satpam membawa pentungan. Tapi kini mereka bisa bermain di kantor Polisi lengkap dengan pasukan membawa senjata.(TOM)

Editor :