SURABAYA - SUARA PUBLIK. Nasib apes dialami seorang maling
tas bernama Wisnu Wardono (30) warga Jalan Bandarejo Gang 5 Benowo Surabaya. Pasalnya,
Wisnu mengira dua buah tas yang dicurinya dari sebuah rumah milik Lud Oszias
Tauran, berisi uang atau barang berharga. Namun dalam dua tas tersebut hanya
berisi sepatu dan beberapa buku kuliah milik anak korban.
Tidak hanya disitu, nasib sial dialami oleh Wisnu, saat membawa dua buah tas
tersebut, dirinya kepergok oleh pemilik rumah di Wisma Tengger 21 No 19 Benowo,
Surabaya itu. Wisnu kemudian diteriaki maling oleh korban dan sontak menjadi
perhatian warga kampung tersebut.
Waka Polsek Benowo, AKP Ramadhan Yuda mengatakan, sebelum Unit Reskrim Polsek datang
ke lokasi, tersangka sempat menjadi bulan-bulanan warga kampung yang geram.
"Kami mendapat telepon dari warga jika dikampungnya tengah ada maling yang
dihajar masa. Dari situ unit reskrim segera meninjau lokasi dan mengamankan
tersangka yang sudah babak belur dihajar warga kampung itu," ujar
wakapolsek Benowo AKP Ramadhan Yuda, Sabtu (22/10/2016).
Sementara itu, tersangka yang sudah diamankan dan di bawa ke Mapolsek Benowo
mengaku, nekat mencuri tas tersebut karena butuh uang ingin menjemput istrinya
yang berada di kalimantan.
" Saya kira tadi di tas ada uang atau barang berharga pak, belum sempat
bawa lari sudah ketahuan pemilik dan warga. Rencananya kalau isinya uang
rencana saya buat ongkos jemput istri saya yang minggat ke
Kalimantan," cetus, bapak dua anak ini.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan dua buah tas berisi sepatu
dan peralatan sekolah, serta satu unit sarana berupa, sepeda motor honda beat
hitam bernopol L 4172 WN, yang menurut tersangka dipinjam dari temannya.
Tersangka kini ditahan di Mapolsek Benowo, dan dijerat dengan pasal 362 KUHP
dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(TOM)
Editor : Pak RW