suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

S A Y Baru Klas 2 SMK Sudah Jadi Ketua Penjahat Jalanan.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA Suara-Publik. Dibalik topeng vendetta, SAY (17), tanpa basa-basi membeberkan aksi dan perannya selama ini dalam melakukan sederetan perampasan. Pelajar kelas 2 SMK asal Krembangan Bhakti ini bahkan disebut teman temannya menjadi ketua. Tidak tanggung tanggung, kelompok perampas ini beranggotakan 8 remaja. Bagaimana mereka berbagi peran?

Kamis (03/11/2016) kemarin, 6 dari (sebut saja kelompok krembangan) ini diringkus Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka adalah SAY, AL, AG, FZ dan KR. Kelima remaja ini berusia antara 15-17 tahun. Sedangkan satu tersangka, yakni Luqman Hakim Wijaya sudah berumur 20 tahun. Sementara KP dan KZ masih dalam pelarian.

Dari lima tersangka yang berhasil diamankan tersebut, SAY-lah yang vocal menjawab semua pertanyaan polisi dan sejumlah wartawan. Pelajar berbadan dempal itu dengan lantang mengakui bahwa dia dan kelompoknya sudah 4 kali melakukan perampasan. Dua perampasan HP dan dua perampasan motor.

"Kami tidak pernah merencanakan dengan matang. Kita berangkat ramai ramai. Dan ketika ada peluang, langsung kami beraksi. Ada yang bagian menuduh korban telah memukul teman kami, ada yang bagian membawa korban dan barangnya. Dan ada yang bagian menjual barang rampasan," beber SAY.

Namun SAY menolak jika dialah yang menjadi koordinator kelompok ini. SAY mengungkapkan, peran masing masing berjalan begitu saja ketika mereka mendapat sasaran. Jika mereka mendapat HP, mereka akan menjualnya ke penadah. Kalau dapat motor, mereka membawanya ke mulut Suramadu sisi Surabaya. "Disana sudah ada yang mengambil (membeli) motornya," aku anak kedua dari empat bersaudara ini.

Untuk uang hasil penjualan dari barang barang rampasan, SAY mengaku jarang dibagi dalam bentuk uang tunai. Para pelajar ini memilih menghabiskan uang tersebut bersama sama di tempat hiburan. Diantaranya main billiard dan minum miras di cafe. "Karena untuk kebutuhan itu (billiard dan minum miras, red), kami tidak berani minta uang ke orang tua," ujar SAY. Dia sendiri mengaku jika orang tuanya bekerja sebagai pengurus kontainer di Perak.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi terhadap keenam tersangka, setidaknya ada empat TKP yang sudah dilakukan. Diantaranya, di Jalan Tidar, Jalan Meliwis dan Jalan Simorejo 2 kali. Namun hingga kini, pengembangan dan pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga tidak menampik jika dilihat dari data bulanan yang masuk kepadanya, kejahatan yang melibatkan anak anak cenderung meningkat. Untuk itu, pihaknya bakal terus mendalami kasus yang melibatkan SAY dan kelompoknya.

"Kami masih akan memeriksa mereka semua lebih lanjut. Selain untuk mempelajari pola pergaulan mereka, kami juga ingin mengetahui latar belakang keluarga mereka. Jika kami sudah kantongi itu, bisa jadi akan kami jadikan acuan sebagai upaya pencegahan terhadap remaja yang lain," tegasnya.

Ditanya, apakah ada dugaan kelompok dewasa yang mengakomodir aksi para penjahat remaja ini. AKBP Shinto masih menyatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan keterangan para tersangka yang mengarah kesana. "Tapi segala kemungkinan masih akan terus kita temukan faktanya," sambung Perwira Polisi asal Medan ini.

Sebelumnya, kelompok remaja perampas motor ini terbongkar setelah adanya penangkapan para pelaku di Jalan Demak No.194-196, Margodadi pada Rabu (02/11/2016). Penangkapan itu dilakukan oleh anggota Shabara Polrestabes Surabaya setelah mendapat laporan adanya perampasan di Jalan Simorejo.

Saat itu, para pelaku, korban dan barang bukti langsung dibawa ke SPKT Polrestabes Surabaya. Setelah itu, para pelaku langsung diserahkan ke Satreskrim untuk diperiksa intensif. Dari pemeriksaan, ketiga pelaku ini antara lain, Luqman Hakim Wijaya (20) asal Krembangan Mulyo 4/18 ; SAS (17) asal Krembangan Bhakti Gg 9 dan FAD (15) asal Krembangan Bhakti Gg Lebat No.96, Surabaya.

Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan adalah Motor Honda Beat, warna putih biru bernopol L 4941 YF, motor milik korban dan motor Honda Vario 125, warna hitam bernopol W 3949 VU, motor yang dipakai ketiga pelaku. (TOM)

Editor :