suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Orang Miskin Dilarang Sakit di RSUD Dr. Soetomo, Jokowi Harus Pantau Program BPJS?KIS

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Surabaya Suara-Publik. Lagi-lagi masyarakat miskin dilarang sakit, apalagi kesebuah Rumah Sakit besar type A seperti RSUD Dr. Soetomo. Dengan menggunakan BPJS/KIS maka pasien cuman didata dan disentuh tanpa ada penanganan serius lalu segera dipulangkan. Biar tidak membuat penuh Rumah Sakit, hal itu seperti yang dialami pasien bernama Abdul Kadir rujukan dari RSUD Jombang.

Abdul Kadir yang terlihat parah menurut keluarga karena di rumah pasien tidak bisa makan karena sering muntah. Tapi menurut Dokter di RSUD Dr Soetomo pasien dibilang normal tidak ada penyakit hanya saja kehabisan obat dari Rumah Sakit yang sebelumnya.

Soleh selaku keluarga korban merasa sangat kecewa, karena saat pasien diantar pasien hanya ditidurkan. "Rumah Sakit apa ini, mendingan di Rumah Sakit Jombang langsung ada penanganan, disini pasien malah ditelantarkan tanpa ada tindakan. Malah tadi waktu mau nyuntik pasien aja harus nunggu persetujuan dari keluarga, gitu kok bilangnya pasien tidak apa-apa" ujar Soleh adik korban dengan nada kesal.

Menurut Dokter penyakit dalam yang menangani pasien tersebut, pasien dirasa normal. "semuanya normal, kalaupun nginap akan berada di lorong-lorong ber baur dengan pasien lain yang penyakitnya parah. Jadi mending pasien dibawa pulang, kan tadi sudah disuntik karena kehabisan obat di Rumah Sakit yang sebelumnya. Nanti pasiennya disuruh makan aja, terus besok kontrol di poli untuk perkembangan lebih lanjut" ujar Dokter tersebut yang terlihat sangat sibuk sekali.

Disisi lain, Nano selaku keponakan pasien yang mengantar pada saat itu langsung menimpali statemen Dokter tersebut. "ini Rumah Sakit Type A yang seharusnya jadi pusat rujukan Rumah Sakit Daerah, bukan malah kebalikannya. Kalau memang pasien disuruh pulang dengan kondisi seperti itu, sebaiknya Dokter membuatkan pernyataan sebagai bentuk pertanggung jawaban kami ke keluarga pasien yang ada dirumah" ujar Nano dengan nada kesal.

Mendengar hal tersebut, Dokter tersebut terlihat kabur seolah-olah menangani pasien yang lain. Padahal bila Dokter kesejahteraannya kurang juga melakukan demo pada pemerintah. Tapi kinerjanya tetap seperti Dokter jaman dulu. Presiden Jokowi harusnya perintahkan jajarannya untuk memantau program BPJS/KIS di daerah-daerah.(NN)

Editor :