SURABAYA- SUARA PUBLIK. Kamis
(01/12/2015) pagi tadi, suasana menegangkan menyelimuti warung di milik
Sugiantoro (45) Balaskrumpik, Wiyung Surabaya. Pasalnya, warung ini dikepung
oleh sejumlah polisi berpakaian preman lengkap dengan senjata. Mereka mengepung
dua pemuda bertato yang bersembunyi di dalamnya.
Pengepungan itu dilakukan sekitar
pukul 05.00 Wib. Adalah Unit Reskrim Polsek Wiyung yang mengepung warung
tersebut. Mereka datang setelah mendapat laporan dari seorang warga yang
mengetahui dua pemuda masuk ke dalam warung dengan cara mencongkel pintu
warung.
"Memang, informasi awal, kedua
pemuda itu diduga membobol warung tersebut. Sehingga kami mengerahkan semua
anggota Reskrim kami ke TKP," kata Kanit Reskrim Polsek Wiyung, AKP
Sugimin, kamis(01/12).
Setelah dikepung sekitar 15 menit,
dua pemuda di dalam warung itu akhirnya keluar dan mengangkat kedua tangannya.
"Jangan ditembak Pak. Kami menyerah," ujar AKP Sugimin menceritakan
akhir perlawanan kedua pelaku.
Kedua pemuda itu langsung diborgol
dan digelandang ke Mapolsek Wiyung. Dari pemeriksaan awal, dua pemuda itu
bernama Noris Sem Sem (20), tinggal di Gogor, Jajartunggal, Wiyung dan Edi
Pamungkas (18), asal Gemol Gg 1C No 1, Jajartunggal Wiyung. Noris sehari hari
bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan Edi, merupakan security di PT Ria
Putra, Taman Sidoarjo.
Bersama keduanya, Polisi mengamankan
motor Satria FU bernopol L-5308-RR, sebuah palu besi dan sebuah engsel pintu
yang telah dirusak oleh pelaku. "Jadi, mereka kami tangkap karena telah
terbukti melalukan percobaan pencurian. Karena mereka masuk ke dalam warung dengan
cara merusak gembok warung," beber AKP Sugimin.
Penangkapan terhadap keduanya itu, bisa jadi membuat lega para pemilik warung. Sebab dari pengakuan keduanya, mereka sudah melakukan pencurian di warung lebih dari 5 kali. "Untuk TKP TKP yang diakui, masih akan kita cek. Dan yang pasti keduanya ini adalah komplotan pencuri spesialis warung," tutup AKP Sugimin. (TOM)
Editor : Pak RW