Surabaya Suara-Publik. Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya(PWSS)hari ini(04/12/16)mengadakan larung tumpeng di kali jagir Surabaya. Kegiatan yang diiringi tari Remo dan juga Reog Ponorogo tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat stren kali Jagir.
Masyarakat stren kali Jagir tumplek blek menyaksikan kegiatan yang diadakan akhir tahunan, mulai dari anak anak, remaja sampai dewasa.
Acara yang bertujuan untuk membuang sangkal tersebut
dilakukan dengan unik dan khidmat.
Warsito selaku Sekjend PWSS mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi
adat oleh masyarakat, khususnya warga stren kali. "tujuan kami untuk
larung tumpeng ini adalah wujud syukur kami sebagai warga pinggiran kali, juga
membuang sangkal. Tidak hanya itu ini juga akan dilakukan ber pindah pindah
tempat yang tergabung dalam paguyuban" ujar Warsito disela-sela kerumunan
warga yang menghadiri acara tersebut.
Masih Warsito, tugas kami menjaga kali ini sesuai konsep yang diminta Presiden yakni konsep jogo kali. Jadi bukan harus digusur melainkan ditata dan menjaga kali untuk kebersihannya dan lain lain", tambah Warsito lagi.
Sedangkan untuk Ketua Panitianya sendiri adalah Sait Bendahara
PWSS. Sait dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya bersama Paguyuban
berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut. "kami sangat berterima
kasih atas kehadiran kawan kawan elemen lain dan seluruh instansi yang sudah
menghadiri acara. Sekedar memberi tahu saja tumpeng yang dilarung itu tingginya
2meter dan lebarnya 1meter. Tidak hanya larung tumpeng, tapi juga ada tebar
benih ikan supaya habitatnya tetap terjaga" ujar Sait dalam sambutannya.
Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Sosial Pemprop Jatim, Dinas Pengairan, Balai
Besar Brantas, perwakilan Lurah, Camat dan elemen pendukung.(Nn)
Editor : Pak RW