SURABAYA - SUARA PUBLIK. Nasib seorang driver gojek,
Wahyu Kristiantara (24) berujung apes. Betapa tidak, setelah ia bertemu
dengan komplotan bandit-bandit jalanan, dia pun harus mengalami luka
yang cukup serius di bagian belakang kepalanya setelah dibacok oleh para
pelaku begal.
Akibatnya, dia pun harus
dilarikan ke Rumah Sakit hingga di jahit dengan lima jahitan. Tak hanya
itu, selain melukai korban, para komplotan begal bersajam yang
berjumlahkan enam orang itu juga merampas motor honda Beat L 2292 TF
milik korban.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu
(4/12/2016) sekitar pukul 03.30 Wib, di depan SPBU Jalan Ikan Dorang,
Surabaya. Ceritanya berawal dari korban Kristiantara yang saat itu
hendak menjemput pelanggannya di Jalan Arjuno. Pemuda asal Jalan Kalimas
Baru 2 no.25 ini lantas segera menjemput pelanggannya tersebut.
Motornya di starter, dan tak lupa jaket warna hijau bertuliskan gojek
pun langsung dipakainya untuk segera berangkat.
Namun,
belum sampai tempat tujuan, dia tiba-tiba di pepet enam orang yang tak
dikenal. Dia yang merasa takut lantas menepi ke pinggir jalan.
"Disitulah, korban mulai di keroyok, di pukuli hingga dibacok di kepala
bagian belakang," sebut AKP Sugiarti Kasubbag Humas Polres Pelabuhan
Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (10/12/2016).
Setelah
itu, korban yang sudah tidak berdaya dengan berkucuran darah di bagian
belakang, oleh para komplotan begal tersebut lantas ditinggal begitu
saja. Motor honda Beat L 2292 TF milik korban pun dibawa kabur oleh para
pelaku.
Korban yang sudah kelimpungan kemudian
berteriak minta tolong. Dengan darah di kepalanya, dia mencoba berdiri
dan berteriak sekencang-kencangnya. Akhirnya, usaha dari teriakan korban
itu membuahkan hasil. Teriakan oleh korban didengar oleh Unit
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang saat itu sedang
melintas di Jalan tersebut. "Korban kemudian di tolong oleh sejumlah
anggota dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara beberapa
anggota lainnya, langsung mengejar para pelaku begal tersebut," jelas
AKP Sugiarti.
Beberapa anggota yang melakukan
pengejaran lalu menyebar. Ada yang ke kampung, ada juga yang menyisir
sepanjang Jalan Ikan Dorang. Tak lama kemudian, pengejaran itu
membuahkan hasil. Di dekat SPBU Jalan Ikan Dorang, ada para warga yang
terlihat ramai. Sejumlah anggota yang melihat lantas menghampiri.
"Setelah di cek, ternyata warga sedang memukuli seorang remaja yang
telah ikut melakukan perampasan motor tersebut. Dari sanalah, remaja itu
lantas diamankan oleh anggota," terangnya.
Tanpa
basa-basi, remaja itu kemudian di gelandang ke Mapolres. Dari hasil
pemeriksaann, pelaku yang masih berusia 16 tahun itu diketahui bernama
LP. Dia mengaku benar, bahwa dia juga terlibat atas perampasan motor
tersebut. Tak tanggung-tanggung, dialah yang juga membacok korban hingga
mengalami luka yang cukup serius. "Saya bertugas sebagai membacok
korban. Saya jugalah yang bertugas membawa motor hasil rampasan," ujar
remaja yang sudah putus sekolah ini dengan rasa takut.
Untuk
modus dari aksi perampasan motor yang dilakukan olehnya bersama ke lima
temannya, remaja asal Jalan Kalimas Baru ini mengaku bahwa saat beraksi
selalu menggunakan cara menuduh korbannya. "Kami ikuti korban dulu.
Kemudian kami pepet. Setelah itu kami tuduh korban dengan cara bahwa dia
(korban) telah memukuli teman kami. Sehingga korban takut. Tapi, kalau
korban membantah, ya langsung saya keroyok berenam. Dan kalau melawan ya
saya bacok," bebernya.
Sementara itu, dari
hasil penangkapan ini, AKP Sugiarti memaparkan, bahwa pihaknya masih
mendalami keterlibatan komplotan ini dalam perampasan motor lain.
Meskipun tersangka mengaku baru beraksi di dua lokasi. "Banyak kejadian
perampasan motor dengan modus serupa. Kami masih mendalami kemungkinan
keterlibatan para tersangka. Komplotan ini beraksi mengendarai dua
sampai tiga motor. Saat beraksi di Jalan Arjuno, komplotan ini
mengendarai dua motor, yaitu motor Vario nopol L 5563 RC, dan motor Mio
nopol L 6033 WQ," pungkasnya. (TOM)
Editor :
Pak RW